Untukmu yang telah kuganggu tidurnya
Saat pipi berlinang air mata
Jiwa rendah dan tak berharga
Serasa tak pantas mendapatkan pujian darinya
Maaf, ku ulurkan tangan
Dari rasa bersalah dan tak berperasaan
Gelisahmu hantu bagiku
Senyummu kan ku kejar sebagai tanda ridhomu padaku
Tak selamanya yang di atas itu benar
Mungkin kau hanya diam tak dapat berujar
Diammu itulah kebenaran
Dan aku orang yang tenggelam dalam kekhilafan
Sekali lagi maaf yang tulus dariku
Dan tersenyumlah bersama waktu...
Mimpi nyata
Malam minggu kita bertemu
Kugenggam tanganmu dan kulepas rindu
Hanya kata indah yang terucap saat itu
Engkau bagai bidadari yang menjelma dalam tidurku
Selamanya kita kan bersatu
Tak seorangpun kan mengganggu
Saat kita berpadu
Senikmat gula bila dicampur susu
Semuanya indah bukannya semu
Karena itu
Tak sedetikpun tatapanku
Melainkan hanya tertuju padamu
Diwajah sayu
Wajah yang membuatku rindu
Tuk bertemu setiap waktu
Bukan dalam mimpi,atau
Dalam lamunan
Tapi dalam kenyataan hidupku
Kugenggam tanganmu dan kulepas rindu
Hanya kata indah yang terucap saat itu
Engkau bagai bidadari yang menjelma dalam tidurku
Selamanya kita kan bersatu
Tak seorangpun kan mengganggu
Saat kita berpadu
Senikmat gula bila dicampur susu
Semuanya indah bukannya semu
Karena itu
Tak sedetikpun tatapanku
Melainkan hanya tertuju padamu
Diwajah sayu
Wajah yang membuatku rindu
Tuk bertemu setiap waktu
Bukan dalam mimpi,atau
Dalam lamunan
Tapi dalam kenyataan hidupku
Fitrah Cinta
Aku terlahir dari keluarga sederhana, tapi aku bersyukur dengan apa yang kumiliki, aku merasa punya segalanya. Wajah yang cantik da otak yang pintar, dimanapun menjalani pendidikan selalu mendapat peringkat yang teratas. Aku bangga akan semuanya, kadang aku merasa tak butuh yang lain dan terkadang membuatku buta dengan keadaan sekelilingku.
Aku hanya focus pada pelajaran, aku hanya ingin mewujudkan cita-citaku, seorang yang sukses dalam kehidupan. Tak jarang aku berbeda pendapat dengan teman-teman tentang pergaulan dan kehidupan remaja, mereka menagnggap masa remaja adalah masa yang terindah untuk dinikmati, tapi tidak denganku, masa remaja adalah masa untuk menanam agar bias dipetik dimasa akan datang, masa remaja masa untuk menentukan pilihan hidup, jalan mana yang akan ditempuh.
Termasuk soal cinta, dimana sorang remaja selalu membicarakan ini, tak terkecuali teman-teman sekelilingku, cinta telah menjadi pembicaraan dan perhatian mereka, masa remaja seolah-olah masa untuk memupuk rasa cinta. Lagi-lagi aku cuek dengan hal ini, walaupun kuakui dengan keadaan sekarang, banyak cowok-cowok yang melirikku, tapi mereka minder karena aku adalah bintang yang menjadi pembicaan disekolah selain itu aku tidak terlalu menghiraukan soal percintaan. Mereka berpikir sekian kali untuk mendekatiku, karena mereka tahu aku bukan seperti cewek-cewek lain yang sibuk dengan masa remajanya.
Tapi, tidak semuanya yang mundur, ada satu diantara mereka yang selalu berusaha mendekatiku dan memeberikan perhatiannya untuk mendapatkan simpatiku namanya rizki, teman kelasku. Aku tahu itu dan aku mempunyai penilaian khusus untuknya, berarti dia bukan laki-laki yang mudah menyerah dan putus asa seperti yang lainnya, tapi hanya sebatas itu penilaian seorang teman kepada temannya.
Dikelas aku selalu memperhatikan setiap pelajaran yang disampaikan, karena itulah modal utama dalam menuntut ilmu, ketika sudah memahami apa yang disampaikan dikelas akan mudah untuk memahami yang lainnya. Tapi siang itu aku agak pusing selain pelajarannya memang sulit juga karena kecapaian karena kegiatanku kemarin.
“ kenapa siska, kelihatannya lemas sekali”
Tiba-tiba suaranya membangunkanku.
“tidak apa-apa, Cuma pusing karena pelajaran tadi” jawabku seadanya.
“nanti kita pulang bareng ya, aku ingin bicara sesuatu”
“sepertinya tidak bias riz, aku pulang agak sore ada yang harus kuselesaikan sama teman, ngomong-ngomong ada apa” aku balik bertanya
” gimana ya, aku ragu kalau harus bilang sekarang” jawabnya ragu
“ nggak apa-apa, aku tidak akan marah dan akan menjadi pendengar setia” jawabku meyakinkannya.
“ sebenarnya…” dia diam sejenak seakan belum yakin dengan apa yang akan diungkapkannya.
“mungkin kamu sudah tahu selama ini aku selalu memperhatikanmu, sejujurnya aku tidak bisa membohongi perasaanku padamu. Dan mungkin ini yang bias kulakukan bahwa aku benar-benar suka kamu.”
Aku terdiam, sebenarnya aku sudah bisa menebak apa yang akan diungkapkannya. Tapi aku ingin tahu apakah dia benar-benar jujur dengan perasaannya dan bias kupastikan bahwa perkiraanku benar tentangnya.
“ sebelumnya aku minta maaf riz, untuk sekarang aku tidak ada pikiran soal itu, aku hanya focus pada pelajaran, aku takut kalau ini bisa mengaganggu pelajaranku, masih banyak yang ingin kukejar, sekali lagi aku minta maaf, aku yakin kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dariku”.
Suasana hening, kulihat ada rona kecewa diwajahnya, tapi aku tak ada niat untuk mempermainkannya, aku hanya konsekuen dengan pendirianku, sekolah adalah yang paling utama, dan aku akan kesampingkan setiap sesuatu yang membagi pikiranku, termasuk pacaran, ya pacaran.
Aku tidak sia-sia dengan komitmenku, aku berhasil meraih prestasi yang memuaskan, bahkan masuk perguruan tinggi melalui jalur khusus tanpa tes, itu karena nilaiku yang memuaskan dan aku bisa memilih jurusan favorit di perguruan tinggi terkemuka ditempatku. Aku puas, sebentar lagi aku akan menjadi ahli tanam-tanaman seperti yang kimpikan selama ini. Aku bisa menunjukkan pada semua orang bahwa kesungguhanku dulu telah membuahkan hasil, suatu kesempatan yang dimpi-impikan semua orang dan aku mendapatkan itu.
Dikampus, selain dalam hal akademis, aku juga aktif dalam organisasi ekstra, disni aku bisa mempraktekkan ilmu yang telah kupelajari, bagaimana berinteraksi yang baik, bagaimana menjadi komponen dari suatu masyrakat dan lain sebagainya. Disini aku juga banyak memiliki teman karena aku orangnya mudah dekat dengan siapapun termasuk dengan laki-laki, dan kebetulan disemester awal aku satu satu kepengurusan dengan rizki temanku waktu di SMA.
Ternyata dia masih punya perasaan padaku, dan untuk kedua kalinya dia mengungkapkan perasaanya padaku, tapi aku masih masih belum siap untuk menerimanya, aku belum bisa membawa orang lain masuk dalam kehidupanku, aku masih menganggap cinta pebagai penghalang kesuksesan,
Kini aku menjalani masa mudaku dengan caraku sendiri, semuanya tetap terlihat menyenangkan walaupun tanpa laki-laki dalam kehidupanku seperti kebanyakan teman-teman cewekku, aku puas kalau hasil penelitianku mendapat nilai bagus, aku merasa tentram dengan teman-teman yang ada disekelilingku, walaupun orang menganggapku egois, ego terhadap diri sendiri yang seakan-akan tidak membutuhkan orang lain, tapi itu hanya pendapat orang, bagiku siapapun boleh berpendapat dengan alasan tersendiri, bagiku yang akan membuatku senagng adalah diriku sendiri.
Aku tetap mempertahankan prinsipku ini, hingga jelaslah perbedaanku dengan orang lain, aku tidak menganggap perbedaan itu sebagai diskriminasi, tapi justru itulah kelebihanku dibandingkan orang, aku bangga bisa tampil beda, aku merasa tidak harus mengikut orang lain, dan cukup menjadi diri sendiri.
Kini diakhir-akhir kuliahku justru aku merasa ada yang kurang, aku merasa jenuh dan bosan, aku ingin suasana baru dalam kehidupanku, sebelim tidur aku selalu berfikir apa yang kurang dalam diriku, kuliah…tak mungkin, karena nilaiku semuanya bagus, teman-teman…tidak juga, mereka masih sama dengan yang dulu, lalu apa..? pikiranku tak henti-hentinya mencari titik kejenuhanku, dimanakah muara dari semua ini?!!
Hingga kokokan ayam membangunkanku dari tidur panjang yang melelahkan, hari telah berganti pagi, seperti biasa aku kekampus selalu jalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh, dalam perjalanan tak sadar aku selalu memperhatikan setiap laki-laki dan wanita yang berjalan berduaan, aku tak habis fakir, kenapa aku harus memikirkan mereka, kenapa justru dikhir-akhir kuliah, disaat butuh konsentrasi untuk menyelesaikan studi yang tinggal beberapa semester lagi ada perasaan-perasaan lain yang mulai mengganggu pikiranku.
Aku mulai sadar, aku telah menemukan muara dari segala kejenuhan ini, ternyata manusia tidak bisa lepas dari fitrahnya sendiri, manusia telah tercipta dengan kodratnya masing-masing, punya keinginan, ambisi dan hasrat. Semuanya juga ada pada diriku, tapi aku melupakan satu hal, yaitu cinta.
Ternyata cinta adalah muara dari semua itu, apa yang dilakukan teman-temanku dulu bukanlah sekadar tren anak remaja, bukan pula hanya sebagai dorongan nafsu semata, apalagi untuk melakukan sesuatu yang belum semestinya mereka lakukan. Tapi mereka hanyalah menyalurkan perasaan yang mereka miliki, rasa cinta yang ada di hati setiap manusia. Aku dulu hanya buta, tidak bisa melihat apa yang mereka rasakan, bahkan aku tidak bisa melihat apa yang ada dalam diriku sendiri, cinta yang mengalir bagaikan butiran-butiran salju yang menyejukkan hati.
Sekarang aku maru merasakannya, aku ingin cintku disemai, aku ingin mendengar ungkapan-ungkapan mesra ditelingaku, aku ingin seorang teman yang mau menampung segala isi hatiku, aku ingin seorang teman yang mau menjalani hidup ini bersamaku, aku ingin dimanja, diperhatikan, dan ada yang mengawatirkanku dikala kesusahan.
Mengapa aku baru merasakan itu sekarang, andai waktu bisa kembali, tentu akan sambut orang yang menwarkan cintanya padaku, pasti akan kutempatkan dia dalam singgasana hatiku, kusuguhi dia dengan segenap cintaku, kusejukkan dengan senyumanku, kudamaikan dengan perhatianku, aku kan menjadikannya raja dalam kehidupanku.
Tapi itu hanya angan-angan belaka yang takakan terwujud, bagaimanapun waktu takkan kembali, tapi apakah terlambat bila kumenyadarinya sekarang, bisakah kumeraskan masa-masa indah remaja, tentu tidak, waktu itu telah lewat, kini adalah babak baru, suasana baru, namun perasaan cinta pasti akan tetap ada.
Aku berusaha memulai kehidupan baru, kehidupan normal layaknya orang-orang sekelilingku, menyadari diri sendiri, dan menghilangkan rasa ego yang membelenggunya selama ini, aku mulai membuka diri, aku mulai meberi lampu hijau orang yang ingin masuk pekarangan hidupku. Aku perempuan hanya akan menunggu orang yang dating, haruskah aku sabar menunggu dalam waktu yang lama ini, atau haruskah yang berusaha masuk dalam kehidupan seorang pria yang masih dianggap aib bagi kaum wanita. Sungguh aku tak tahu harus berbuat apa, penyesalan tidak akan berubah apapun, aku seperti tanah tandus yang mengaharapkan siraman, tapi entah samapai kapan air itu akan turun, dan menyirami kegersangan hati ini.
Ternyata cinta itu memang suci, fitrah manusia, siapapun tak bisa menghindar darinya, hanya orang-orang bodoh yang menutup mata darinya atau menganggapnya sebagai kemaksiatan, lihatlah cinta itu degan jelas, nisacaya disana akan tampak suatu keindahan dan kedamaian, karena cinta itu memang suci.
Aku hanya focus pada pelajaran, aku hanya ingin mewujudkan cita-citaku, seorang yang sukses dalam kehidupan. Tak jarang aku berbeda pendapat dengan teman-teman tentang pergaulan dan kehidupan remaja, mereka menagnggap masa remaja adalah masa yang terindah untuk dinikmati, tapi tidak denganku, masa remaja adalah masa untuk menanam agar bias dipetik dimasa akan datang, masa remaja masa untuk menentukan pilihan hidup, jalan mana yang akan ditempuh.
Termasuk soal cinta, dimana sorang remaja selalu membicarakan ini, tak terkecuali teman-teman sekelilingku, cinta telah menjadi pembicaraan dan perhatian mereka, masa remaja seolah-olah masa untuk memupuk rasa cinta. Lagi-lagi aku cuek dengan hal ini, walaupun kuakui dengan keadaan sekarang, banyak cowok-cowok yang melirikku, tapi mereka minder karena aku adalah bintang yang menjadi pembicaan disekolah selain itu aku tidak terlalu menghiraukan soal percintaan. Mereka berpikir sekian kali untuk mendekatiku, karena mereka tahu aku bukan seperti cewek-cewek lain yang sibuk dengan masa remajanya.
Tapi, tidak semuanya yang mundur, ada satu diantara mereka yang selalu berusaha mendekatiku dan memeberikan perhatiannya untuk mendapatkan simpatiku namanya rizki, teman kelasku. Aku tahu itu dan aku mempunyai penilaian khusus untuknya, berarti dia bukan laki-laki yang mudah menyerah dan putus asa seperti yang lainnya, tapi hanya sebatas itu penilaian seorang teman kepada temannya.
Dikelas aku selalu memperhatikan setiap pelajaran yang disampaikan, karena itulah modal utama dalam menuntut ilmu, ketika sudah memahami apa yang disampaikan dikelas akan mudah untuk memahami yang lainnya. Tapi siang itu aku agak pusing selain pelajarannya memang sulit juga karena kecapaian karena kegiatanku kemarin.
“ kenapa siska, kelihatannya lemas sekali”
Tiba-tiba suaranya membangunkanku.
“tidak apa-apa, Cuma pusing karena pelajaran tadi” jawabku seadanya.
“nanti kita pulang bareng ya, aku ingin bicara sesuatu”
“sepertinya tidak bias riz, aku pulang agak sore ada yang harus kuselesaikan sama teman, ngomong-ngomong ada apa” aku balik bertanya
” gimana ya, aku ragu kalau harus bilang sekarang” jawabnya ragu
“ nggak apa-apa, aku tidak akan marah dan akan menjadi pendengar setia” jawabku meyakinkannya.
“ sebenarnya…” dia diam sejenak seakan belum yakin dengan apa yang akan diungkapkannya.
“mungkin kamu sudah tahu selama ini aku selalu memperhatikanmu, sejujurnya aku tidak bisa membohongi perasaanku padamu. Dan mungkin ini yang bias kulakukan bahwa aku benar-benar suka kamu.”
Aku terdiam, sebenarnya aku sudah bisa menebak apa yang akan diungkapkannya. Tapi aku ingin tahu apakah dia benar-benar jujur dengan perasaannya dan bias kupastikan bahwa perkiraanku benar tentangnya.
“ sebelumnya aku minta maaf riz, untuk sekarang aku tidak ada pikiran soal itu, aku hanya focus pada pelajaran, aku takut kalau ini bisa mengaganggu pelajaranku, masih banyak yang ingin kukejar, sekali lagi aku minta maaf, aku yakin kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dariku”.
Suasana hening, kulihat ada rona kecewa diwajahnya, tapi aku tak ada niat untuk mempermainkannya, aku hanya konsekuen dengan pendirianku, sekolah adalah yang paling utama, dan aku akan kesampingkan setiap sesuatu yang membagi pikiranku, termasuk pacaran, ya pacaran.
Aku tidak sia-sia dengan komitmenku, aku berhasil meraih prestasi yang memuaskan, bahkan masuk perguruan tinggi melalui jalur khusus tanpa tes, itu karena nilaiku yang memuaskan dan aku bisa memilih jurusan favorit di perguruan tinggi terkemuka ditempatku. Aku puas, sebentar lagi aku akan menjadi ahli tanam-tanaman seperti yang kimpikan selama ini. Aku bisa menunjukkan pada semua orang bahwa kesungguhanku dulu telah membuahkan hasil, suatu kesempatan yang dimpi-impikan semua orang dan aku mendapatkan itu.
Dikampus, selain dalam hal akademis, aku juga aktif dalam organisasi ekstra, disni aku bisa mempraktekkan ilmu yang telah kupelajari, bagaimana berinteraksi yang baik, bagaimana menjadi komponen dari suatu masyrakat dan lain sebagainya. Disini aku juga banyak memiliki teman karena aku orangnya mudah dekat dengan siapapun termasuk dengan laki-laki, dan kebetulan disemester awal aku satu satu kepengurusan dengan rizki temanku waktu di SMA.
Ternyata dia masih punya perasaan padaku, dan untuk kedua kalinya dia mengungkapkan perasaanya padaku, tapi aku masih masih belum siap untuk menerimanya, aku belum bisa membawa orang lain masuk dalam kehidupanku, aku masih menganggap cinta pebagai penghalang kesuksesan,
Kini aku menjalani masa mudaku dengan caraku sendiri, semuanya tetap terlihat menyenangkan walaupun tanpa laki-laki dalam kehidupanku seperti kebanyakan teman-teman cewekku, aku puas kalau hasil penelitianku mendapat nilai bagus, aku merasa tentram dengan teman-teman yang ada disekelilingku, walaupun orang menganggapku egois, ego terhadap diri sendiri yang seakan-akan tidak membutuhkan orang lain, tapi itu hanya pendapat orang, bagiku siapapun boleh berpendapat dengan alasan tersendiri, bagiku yang akan membuatku senagng adalah diriku sendiri.
Aku tetap mempertahankan prinsipku ini, hingga jelaslah perbedaanku dengan orang lain, aku tidak menganggap perbedaan itu sebagai diskriminasi, tapi justru itulah kelebihanku dibandingkan orang, aku bangga bisa tampil beda, aku merasa tidak harus mengikut orang lain, dan cukup menjadi diri sendiri.
Kini diakhir-akhir kuliahku justru aku merasa ada yang kurang, aku merasa jenuh dan bosan, aku ingin suasana baru dalam kehidupanku, sebelim tidur aku selalu berfikir apa yang kurang dalam diriku, kuliah…tak mungkin, karena nilaiku semuanya bagus, teman-teman…tidak juga, mereka masih sama dengan yang dulu, lalu apa..? pikiranku tak henti-hentinya mencari titik kejenuhanku, dimanakah muara dari semua ini?!!
Hingga kokokan ayam membangunkanku dari tidur panjang yang melelahkan, hari telah berganti pagi, seperti biasa aku kekampus selalu jalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh, dalam perjalanan tak sadar aku selalu memperhatikan setiap laki-laki dan wanita yang berjalan berduaan, aku tak habis fakir, kenapa aku harus memikirkan mereka, kenapa justru dikhir-akhir kuliah, disaat butuh konsentrasi untuk menyelesaikan studi yang tinggal beberapa semester lagi ada perasaan-perasaan lain yang mulai mengganggu pikiranku.
Aku mulai sadar, aku telah menemukan muara dari segala kejenuhan ini, ternyata manusia tidak bisa lepas dari fitrahnya sendiri, manusia telah tercipta dengan kodratnya masing-masing, punya keinginan, ambisi dan hasrat. Semuanya juga ada pada diriku, tapi aku melupakan satu hal, yaitu cinta.
Ternyata cinta adalah muara dari semua itu, apa yang dilakukan teman-temanku dulu bukanlah sekadar tren anak remaja, bukan pula hanya sebagai dorongan nafsu semata, apalagi untuk melakukan sesuatu yang belum semestinya mereka lakukan. Tapi mereka hanyalah menyalurkan perasaan yang mereka miliki, rasa cinta yang ada di hati setiap manusia. Aku dulu hanya buta, tidak bisa melihat apa yang mereka rasakan, bahkan aku tidak bisa melihat apa yang ada dalam diriku sendiri, cinta yang mengalir bagaikan butiran-butiran salju yang menyejukkan hati.
Sekarang aku maru merasakannya, aku ingin cintku disemai, aku ingin mendengar ungkapan-ungkapan mesra ditelingaku, aku ingin seorang teman yang mau menampung segala isi hatiku, aku ingin seorang teman yang mau menjalani hidup ini bersamaku, aku ingin dimanja, diperhatikan, dan ada yang mengawatirkanku dikala kesusahan.
Mengapa aku baru merasakan itu sekarang, andai waktu bisa kembali, tentu akan sambut orang yang menwarkan cintanya padaku, pasti akan kutempatkan dia dalam singgasana hatiku, kusuguhi dia dengan segenap cintaku, kusejukkan dengan senyumanku, kudamaikan dengan perhatianku, aku kan menjadikannya raja dalam kehidupanku.
Tapi itu hanya angan-angan belaka yang takakan terwujud, bagaimanapun waktu takkan kembali, tapi apakah terlambat bila kumenyadarinya sekarang, bisakah kumeraskan masa-masa indah remaja, tentu tidak, waktu itu telah lewat, kini adalah babak baru, suasana baru, namun perasaan cinta pasti akan tetap ada.
Aku berusaha memulai kehidupan baru, kehidupan normal layaknya orang-orang sekelilingku, menyadari diri sendiri, dan menghilangkan rasa ego yang membelenggunya selama ini, aku mulai membuka diri, aku mulai meberi lampu hijau orang yang ingin masuk pekarangan hidupku. Aku perempuan hanya akan menunggu orang yang dating, haruskah aku sabar menunggu dalam waktu yang lama ini, atau haruskah yang berusaha masuk dalam kehidupan seorang pria yang masih dianggap aib bagi kaum wanita. Sungguh aku tak tahu harus berbuat apa, penyesalan tidak akan berubah apapun, aku seperti tanah tandus yang mengaharapkan siraman, tapi entah samapai kapan air itu akan turun, dan menyirami kegersangan hati ini.
Ternyata cinta itu memang suci, fitrah manusia, siapapun tak bisa menghindar darinya, hanya orang-orang bodoh yang menutup mata darinya atau menganggapnya sebagai kemaksiatan, lihatlah cinta itu degan jelas, nisacaya disana akan tampak suatu keindahan dan kedamaian, karena cinta itu memang suci.
Kejujuran Hati
Aku tak bisa menulis
Aku hanya bisa merasa
Berkata jujur akan perasaanku
Ketika ia berkata aku jatuh cinta
Tapi di mana keberanianku
Tak segagah dalam khayalan
Yang mengarungi lautan
Dan terbang jauh mengelilingi semesta
Sekarang sampai di mana aku akan bertahan
Memendam perasaan
Lidahku…..mataku…….
Semuanya membungkam
Sedangkan ku tahu takkan kuat dengan perasaan ini
Aku tahu cinta itu takkan hampa
Tapi apa…… apa……..?!
Apa yang kupikirkan…
Kegagalan masa lalukah
Atau kekhawatiran menatap kedepan
Ya rabbi yang menggenggam hati dan jiwa
Berilah aku pilihan dalam kebingungan ini
Teguhkanlah hatiku atas pilihan itu
Aku tak mau tersiksa dalam tekanan perasaan
Aku ingin merasakan bahwa dunia itu memang indah
Aku hanya bisa merasa
Berkata jujur akan perasaanku
Ketika ia berkata aku jatuh cinta
Tapi di mana keberanianku
Tak segagah dalam khayalan
Yang mengarungi lautan
Dan terbang jauh mengelilingi semesta
Sekarang sampai di mana aku akan bertahan
Memendam perasaan
Lidahku…..mataku…….
Semuanya membungkam
Sedangkan ku tahu takkan kuat dengan perasaan ini
Aku tahu cinta itu takkan hampa
Tapi apa…… apa……..?!
Apa yang kupikirkan…
Kegagalan masa lalukah
Atau kekhawatiran menatap kedepan
Ya rabbi yang menggenggam hati dan jiwa
Berilah aku pilihan dalam kebingungan ini
Teguhkanlah hatiku atas pilihan itu
Aku tak mau tersiksa dalam tekanan perasaan
Aku ingin merasakan bahwa dunia itu memang indah
Cinta atau benci
Kadang benci itu tak ada sebelum datang cinta
Lihatlah setiap wajah yang penuh senyum
Dengarlah canda tawa disetiap sudut ruangan
Semua terlihat indah…..
Benci itu memang dating karena cinta
Cinta itu terlihat indah
Tapi apa bedanya dengan musuh yang mengadu domba
Lihat pertengkaran itu ….
Dengarlah hujatan-hujatan itu….
Disana ada kata-kata cinta sebagai awal permasalahan
Siapa yang mencari cinta
Berarti telah dibuntuti oleh rasa benci
Bahkan sebelum cintapun benci itu mencengkram
Bukan tanpa sebab
Tapi hati lebih dulu terluka sebelum cinta sempat bersemi
Sekarang aku bertanya
Adakah cinta yang benar-benar indah
Bukan hanya mimpi penghias tidur
Kalau benar ada tunjuki aku cinta
Sebelum cinta itu dikalahkan benci.
Lihatlah setiap wajah yang penuh senyum
Dengarlah canda tawa disetiap sudut ruangan
Semua terlihat indah…..
Benci itu memang dating karena cinta
Cinta itu terlihat indah
Tapi apa bedanya dengan musuh yang mengadu domba
Lihat pertengkaran itu ….
Dengarlah hujatan-hujatan itu….
Disana ada kata-kata cinta sebagai awal permasalahan
Siapa yang mencari cinta
Berarti telah dibuntuti oleh rasa benci
Bahkan sebelum cintapun benci itu mencengkram
Bukan tanpa sebab
Tapi hati lebih dulu terluka sebelum cinta sempat bersemi
Sekarang aku bertanya
Adakah cinta yang benar-benar indah
Bukan hanya mimpi penghias tidur
Kalau benar ada tunjuki aku cinta
Sebelum cinta itu dikalahkan benci.
Percaya
Engkau adalah perhiasan aku percaya itu
Engkau bagaikan sinar renbulan akupun percaya itu
Orang mengatakan engkau indah, akupun tak bisa mnegingkari
Tapi lagi-lagi aku ragu
Apakah semua keindahanmu bisa membuat tenteram
Bisakan menunbuhkan bunga yang telah layu
dan menyuburkan rerumputan agar terlihat hijau kembali
Sekali lagi aku merasa ragu
Bahkan keindahan itu hanyalah seonggok api di ujung sana
Sementara aku keidinginan disini
Manfaat apa yang dapat kuambil darimu
Ternyata keindahan itu tak bisa menbantuku
Sekarang aku mulai tidak percaya
Aku melihat keindahan itu adalah racun
Orang memang tidak akan mati seketika
Tapi ditebas pedang mngkin lebih baik
Daripada tersiksa oleh racun keindahan itu
Perlahan-lahan mulai menggerogoki kerongkongan
Lihatlah beberapa saat kemudian
Badan mulai mengurus
Tatapan mata terlihat sayu
Bibirpun tak bergerak lagi
Inginnya rasanya mati tapi waktunya belum tiba
Sekarang bisa kupastikan
Keindahan itu semu
Yang ada hanyalah pembunuh yang bersmbunyi di balik topeng.
Engkau bagaikan sinar renbulan akupun percaya itu
Orang mengatakan engkau indah, akupun tak bisa mnegingkari
Tapi lagi-lagi aku ragu
Apakah semua keindahanmu bisa membuat tenteram
Bisakan menunbuhkan bunga yang telah layu
dan menyuburkan rerumputan agar terlihat hijau kembali
Sekali lagi aku merasa ragu
Bahkan keindahan itu hanyalah seonggok api di ujung sana
Sementara aku keidinginan disini
Manfaat apa yang dapat kuambil darimu
Ternyata keindahan itu tak bisa menbantuku
Sekarang aku mulai tidak percaya
Aku melihat keindahan itu adalah racun
Orang memang tidak akan mati seketika
Tapi ditebas pedang mngkin lebih baik
Daripada tersiksa oleh racun keindahan itu
Perlahan-lahan mulai menggerogoki kerongkongan
Lihatlah beberapa saat kemudian
Badan mulai mengurus
Tatapan mata terlihat sayu
Bibirpun tak bergerak lagi
Inginnya rasanya mati tapi waktunya belum tiba
Sekarang bisa kupastikan
Keindahan itu semu
Yang ada hanyalah pembunuh yang bersmbunyi di balik topeng.
Kesempatan
Pernahakah kau mendengarkan
Deru angin membelah kesunyian
Saat dingin munusuk tulang
Selimut tebal menjadi teman sejati saat itu
Tapi lihatlah di ujung sana
Secercah api membawa pengharapan
Dekatilah dia
Panasnya cukup untuk menghangatkan badan
Cahayanya dapat menerangi malam
Menfaatkanlah ia sebaik mungkin
Janagn biarkan angin meniupnya lagi
Bila ia padam
Dunia akan gelap kembali
Jagalah dia, ambillah menfaatnya
Engkau akan merasakan kedamaian
Tertidur pulas dengan hati yang tentram
Hingga kokokan ayam
Saat malam telah berganti pagi.
Deru angin membelah kesunyian
Saat dingin munusuk tulang
Selimut tebal menjadi teman sejati saat itu
Tapi lihatlah di ujung sana
Secercah api membawa pengharapan
Dekatilah dia
Panasnya cukup untuk menghangatkan badan
Cahayanya dapat menerangi malam
Menfaatkanlah ia sebaik mungkin
Janagn biarkan angin meniupnya lagi
Bila ia padam
Dunia akan gelap kembali
Jagalah dia, ambillah menfaatnya
Engkau akan merasakan kedamaian
Tertidur pulas dengan hati yang tentram
Hingga kokokan ayam
Saat malam telah berganti pagi.
Kecemasan
Dadaku bergetar
Saat ada yang bertanya
Kabar tentang dirimu
Hatiku menjadi cemas
Takut seandainya
Dirimu harus dimiliki orang lain
Aku memang jatuh cinta padamu
Kuakui walau kau tak tahu
Lihatlah sinar mataku
Perlahan kau akan tahu
Disana ada getaran cinta
Mengertilah perasaanku
Pahamilah keadaanku
Aku tak berani bila seandainya
Menerima kenyataan pahit
Biar kupendam perasaan ini
Temanku dalam menjalani hidup
Cintaku takkan pernah berkurang
walau kau harus berbagi
tapi cintaku tetap abadi
Saat ada yang bertanya
Kabar tentang dirimu
Hatiku menjadi cemas
Takut seandainya
Dirimu harus dimiliki orang lain
Aku memang jatuh cinta padamu
Kuakui walau kau tak tahu
Lihatlah sinar mataku
Perlahan kau akan tahu
Disana ada getaran cinta
Mengertilah perasaanku
Pahamilah keadaanku
Aku tak berani bila seandainya
Menerima kenyataan pahit
Biar kupendam perasaan ini
Temanku dalam menjalani hidup
Cintaku takkan pernah berkurang
walau kau harus berbagi
tapi cintaku tetap abadi
Jawaban
Aku tak bisa menjawab
Ketika hatiku berkata
Diakah yang kucinta
Diakah yang datang dalam mimpi
Aku tak bisa menjawab
Ketika jiwa bergetar saat melihatnya
Ketika pikiran melayang saat mengingatnya
Inikah cinta…?
Aku tak bisa menjawab
Ketika mataku tertunduk
Saat dia menatapku
Lidah terasa berat di saat berada di depannya
Aku tak bisa menjawab
Apakah cinta bersemi kembali
Yang telah lama hilang dikikis zaman
Aku tak bisa menjawab
Saat hati memberontak
Panas cinta membara di dada
Keadanpun seolah memberi kesempatan
Untuk mengatakan
Aku jatuh cinta padamu….!?
Ketika hatiku berkata
Diakah yang kucinta
Diakah yang datang dalam mimpi
Aku tak bisa menjawab
Ketika jiwa bergetar saat melihatnya
Ketika pikiran melayang saat mengingatnya
Inikah cinta…?
Aku tak bisa menjawab
Ketika mataku tertunduk
Saat dia menatapku
Lidah terasa berat di saat berada di depannya
Aku tak bisa menjawab
Apakah cinta bersemi kembali
Yang telah lama hilang dikikis zaman
Aku tak bisa menjawab
Saat hati memberontak
Panas cinta membara di dada
Keadanpun seolah memberi kesempatan
Untuk mengatakan
Aku jatuh cinta padamu….!?
Salam kangen
Diposting oleh
Admin
on Minggu, 13 Juni 2010
/
Comments: (0)
Halo para pembaca...
Udah lama nih postingan baru belum terbit juga, mungkin sudah lebih 2 bulan. beberapa bulan terakhir saya menjalani beberapa kesibukan sehinnga tak sempat menulis artikel ataupun puisi-puisi baru. tapi kalau para pembaca punya tulisan baru kirimin aja ya nanti akan kami posting di blog ini.
Udah lama nih postingan baru belum terbit juga, mungkin sudah lebih 2 bulan. beberapa bulan terakhir saya menjalani beberapa kesibukan sehinnga tak sempat menulis artikel ataupun puisi-puisi baru. tapi kalau para pembaca punya tulisan baru kirimin aja ya nanti akan kami posting di blog ini.
Bunga cinta
Saat kau menatap dalam
Dan mulutmupun terdiam
Kurasa hatiku bergetar
Jiwaku menumbuhkan bunga-bunga segar
Tak usah kau menghalau awan
Saat bunga butuh siraman
Biarlah ia menurunkan hujan
Menyirami bunga-bunga yang mulai kekeringan
Kau tak berharap pada awan yang kosong
Tapi awan itu banyak mengandung air
Harapanmu tiadalah hampa
Bagiku harapmu suatu anugrah
Seperti seorang pengembara
Yang mengharapkan sinar rembulan
Di tengah malam yang gelap gulita
By: Zaidan
Dan mulutmupun terdiam
Kurasa hatiku bergetar
Jiwaku menumbuhkan bunga-bunga segar
Tak usah kau menghalau awan
Saat bunga butuh siraman
Biarlah ia menurunkan hujan
Menyirami bunga-bunga yang mulai kekeringan
Kau tak berharap pada awan yang kosong
Tapi awan itu banyak mengandung air
Harapanmu tiadalah hampa
Bagiku harapmu suatu anugrah
Seperti seorang pengembara
Yang mengharapkan sinar rembulan
Di tengah malam yang gelap gulita
By: Zaidan
Perasaan hati
Saatku melihatmu
Hatiku diam tanpa kata
Tanpa rasa..tanpa cinta
Namun...!
Seiring waktu berputar
Hatiku ini sudah dekat
Ada rasa, ada cinta
Cintaku padamu
Saat rasaku menggebu
Api cintaku membiru
Kaupun pergi entah kemana
Hatiku bertanya
Mungkinkah kau kembali lagi?
Untuk mengisi hari-hariku
Entah mengapa ia tak kembali
Tuk temani hariku
Ya Allah..
Tolonglah aku
Bantulah aku melupakannya
By: Indira
Hatiku diam tanpa kata
Tanpa rasa..tanpa cinta
Namun...!
Seiring waktu berputar
Hatiku ini sudah dekat
Ada rasa, ada cinta
Cintaku padamu
Saat rasaku menggebu
Api cintaku membiru
Kaupun pergi entah kemana
Hatiku bertanya
Mungkinkah kau kembali lagi?
Untuk mengisi hari-hariku
Entah mengapa ia tak kembali
Tuk temani hariku
Ya Allah..
Tolonglah aku
Bantulah aku melupakannya
By: Indira
Cara Mencari Inspirasi
Bagi seorang penulis, inspirasi merupakan hal sesuatu yang sangat di butuhkan untuk menghasilkan suatu karya yang kreatif. Dalam dunia sastra, ketajaman rasa ditambah inspirasi segar akan menghasilkan karya yang bermutu.
Inspirasi dapat kita temukan dari hal-hal yang ada disekitar kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah melihat dan mengamatinya kemudian bacalah dan tafsirkan sesuai dengan yang anda pahami.
Dari sekian banyak sumber inspirasi, berikut ini beberapa hal yang dapat kita jadikan sebagai sumber inspirsi:
1. Alam
Alam yang begitu luas dengan berbagai macam isinya begitu banyak mengandung inspirasi. Dalam dunia sastra begitu banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan tulisan, puisi yang sarat dengan makna dapat kita rangkai dengan menjadikan alam sebagai inspirasi. taman yang dipenuhi bunga-bunga dapat kita ungkapkan untuk menceritakan sesuatu yang berkaitan dengan kedamaian, aliran sungai untuk ketenangan dan lain sebagainya.
2. Kehidupan di sekitar kita
Cerpen, novel dan puisi seingkali berangkat dari fenomena yang terjadi dimasyarakat. Coba perhatikan cara bergaul orang-orang yang ada disekitar kita, kemudian tulislah kesimpulan yang telah anda amati.
3. Tempat tinggal
Seringkali orang mengabaikan tempat tinggal mereka untuk menggali inspirasi. Mereka justru berlomba-lomba pergi sejauh mungkin untuk mencarinya, ke puncak gunung, ke tepi pantai ataupun tempat-tempat lainnya. Itu mereka lakukan untuk mengahasilkan suatu karya sastra, baik cerpen ataupun puisi. Padahal tempat tinggal mereka sendiri (rumah) begitu banyak menyimpan harta karun inspirasi. Perhatikanlah setiap sudut ruangan hingga ke bagian halaman rumah, lalu duduklah dan cobalah gali inspirasi dari apa yng telah anda amati tadi.
4. Barang-barang yang kita miliki
Jangan pernah sepelekan barang-barang yang kita miliki dirumah, tapi cobalah gali inspirasi darinya. Mobil yang dikendarai setiap hari untuk bepergian bisa saja dijadikan inspirasi untuk sebuah cerpen ataupun puisi, anda tinggal mengamatinya saja.
5. Karya orang lain
Banyaklah membaca. Dengan banyak membaca akan menambah banyak penegetahuan dan wawasan. Dengan membaca juga dapat menemukan inspirasi baru. Membaca sebuah cerpen atau puisi orang lain bisa saja menghasilkan cerpen atau puisi baru. Perlu diingat, jangan sekali-kali mencontek karya orang lain, tapi jadikanlah sebagai inspirasi untuk menhasilkan karya yang baru yang orisinil.
Inspirasi dapat kita temukan dari hal-hal yang ada disekitar kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah melihat dan mengamatinya kemudian bacalah dan tafsirkan sesuai dengan yang anda pahami.
Dari sekian banyak sumber inspirasi, berikut ini beberapa hal yang dapat kita jadikan sebagai sumber inspirsi:
1. Alam
Alam yang begitu luas dengan berbagai macam isinya begitu banyak mengandung inspirasi. Dalam dunia sastra begitu banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan tulisan, puisi yang sarat dengan makna dapat kita rangkai dengan menjadikan alam sebagai inspirasi. taman yang dipenuhi bunga-bunga dapat kita ungkapkan untuk menceritakan sesuatu yang berkaitan dengan kedamaian, aliran sungai untuk ketenangan dan lain sebagainya.
2. Kehidupan di sekitar kita
Cerpen, novel dan puisi seingkali berangkat dari fenomena yang terjadi dimasyarakat. Coba perhatikan cara bergaul orang-orang yang ada disekitar kita, kemudian tulislah kesimpulan yang telah anda amati.
3. Tempat tinggal
Seringkali orang mengabaikan tempat tinggal mereka untuk menggali inspirasi. Mereka justru berlomba-lomba pergi sejauh mungkin untuk mencarinya, ke puncak gunung, ke tepi pantai ataupun tempat-tempat lainnya. Itu mereka lakukan untuk mengahasilkan suatu karya sastra, baik cerpen ataupun puisi. Padahal tempat tinggal mereka sendiri (rumah) begitu banyak menyimpan harta karun inspirasi. Perhatikanlah setiap sudut ruangan hingga ke bagian halaman rumah, lalu duduklah dan cobalah gali inspirasi dari apa yng telah anda amati tadi.
4. Barang-barang yang kita miliki
Jangan pernah sepelekan barang-barang yang kita miliki dirumah, tapi cobalah gali inspirasi darinya. Mobil yang dikendarai setiap hari untuk bepergian bisa saja dijadikan inspirasi untuk sebuah cerpen ataupun puisi, anda tinggal mengamatinya saja.
5. Karya orang lain
Banyaklah membaca. Dengan banyak membaca akan menambah banyak penegetahuan dan wawasan. Dengan membaca juga dapat menemukan inspirasi baru. Membaca sebuah cerpen atau puisi orang lain bisa saja menghasilkan cerpen atau puisi baru. Perlu diingat, jangan sekali-kali mencontek karya orang lain, tapi jadikanlah sebagai inspirasi untuk menhasilkan karya yang baru yang orisinil.
Tersenyumlah
Tataplah langit yang cerah
Sambutlah masa depan yang indah
Mimpi indah akan selalu membuaimu
Tidurlah, aku ada di sampingmu
Takkan ada yang menggangu
Takkan ada yang menyentuh kulitmu
Walaupun hanya seekor nyamuk
Aku akan memukulnya hingga remuk
Sayang, aku ada untukmu
Damailah dalam dekapanku
Kebahagiaan akan selalu menyertaimu
Dan tersenyumlah bersama waktu
Sambutlah masa depan yang indah
Mimpi indah akan selalu membuaimu
Tidurlah, aku ada di sampingmu
Takkan ada yang menggangu
Takkan ada yang menyentuh kulitmu
Walaupun hanya seekor nyamuk
Aku akan memukulnya hingga remuk
Sayang, aku ada untukmu
Damailah dalam dekapanku
Kebahagiaan akan selalu menyertaimu
Dan tersenyumlah bersama waktu
Sahabat
Telah jauh jalan yang telah kita lalui
Telah banyak simpang yang kita singgahi
Kita selalu bersama
Kita satu dalam suka dan duka
Ingatlah saat senyum dan tawa
Selalu menyertai hari-hari kita
Kita ceria, kita bahagia
Seolah dunia hanya milik kita
Mari kita jaga persahaban ini
Kita satukan arah langkah kaki
Menatap masa depan
Kita taklukkan dunia
Dengnn tetap merajut persahaban sejati
By: Slmn
Telah banyak simpang yang kita singgahi
Kita selalu bersama
Kita satu dalam suka dan duka
Ingatlah saat senyum dan tawa
Selalu menyertai hari-hari kita
Kita ceria, kita bahagia
Seolah dunia hanya milik kita
Mari kita jaga persahaban ini
Kita satukan arah langkah kaki
Menatap masa depan
Kita taklukkan dunia
Dengnn tetap merajut persahaban sejati
By: Slmn
Benci
Jangan salahkan aku jika ku benci
Itu karena janji yang tak kau tepati
Mulutmu manis, hatimu berduri
Engkau telah melukai hati
Lukapun semakin dalam
Saat kau hina aku dengan senyuman
Kau tak pernah mau tahu
Dan kau tak pernah tahu
Hingga tiba saatnya nanti
Balasan janji yang kau pungkiri
Itulah yang akan menyadarkanmu
Mengingat kembali semua yang telah berlalu
By: Syahar
Itu karena janji yang tak kau tepati
Mulutmu manis, hatimu berduri
Engkau telah melukai hati
Lukapun semakin dalam
Saat kau hina aku dengan senyuman
Kau tak pernah mau tahu
Dan kau tak pernah tahu
Hingga tiba saatnya nanti
Balasan janji yang kau pungkiri
Itulah yang akan menyadarkanmu
Mengingat kembali semua yang telah berlalu
By: Syahar
Penantian
Ya Allah..
Dalam setiap nafas ku bertasbih
Dalam setiap langkah ku memuji
Engkaulah yang maha bijaksana
Engkaulah penguasa segala-galanya
Ku selalu berharap dalam penantian
Suatu kejelasan dan kepastian
Aku hanya bisa berusaha
Engkau jua yang memutuskannya
Sampai kapan aku akan terombang-ambing
Dalam penantian yang tak kunjung datang
Siang hilang, malampun menjelang
Aku hanya bisa duduk termenung
Kepada siapa aku kan berharap selain engkau
Manusia hanya janji semu
Hari ini mungkir, besok tak ditepati
Ya allah..
Kapan penantian ini kan kau akhiri
Dalam setiap nafas ku bertasbih
Dalam setiap langkah ku memuji
Engkaulah yang maha bijaksana
Engkaulah penguasa segala-galanya
Ku selalu berharap dalam penantian
Suatu kejelasan dan kepastian
Aku hanya bisa berusaha
Engkau jua yang memutuskannya
Sampai kapan aku akan terombang-ambing
Dalam penantian yang tak kunjung datang
Siang hilang, malampun menjelang
Aku hanya bisa duduk termenung
Kepada siapa aku kan berharap selain engkau
Manusia hanya janji semu
Hari ini mungkir, besok tak ditepati
Ya allah..
Kapan penantian ini kan kau akhiri
Kasmaran
Kurasa hati semakin gersang
Tetesan hujan tak jua datang
Telah lama ku menunggu
Jawaban yang menyuburkan kalbu
Kapankah ia akan turun
Sedangkan bunga-bunga hati kian layu
Menunggu siraman cinta darimu
Janganlah kau biarkan hatiku tersiksa
Karena menunggu jawaban
Di tengah hatiku yang kasmaran.
by: Zaidan
Tetesan hujan tak jua datang
Telah lama ku menunggu
Jawaban yang menyuburkan kalbu
Kapankah ia akan turun
Sedangkan bunga-bunga hati kian layu
Menunggu siraman cinta darimu
Janganlah kau biarkan hatiku tersiksa
Karena menunggu jawaban
Di tengah hatiku yang kasmaran.
by: Zaidan
Pasrah
Setiap manusia punya keinginan
Hati juga punya harapan
Keinginanku agar hidup bahagia
Harapanku kita bisa bersama
Tapi jika takdir berkata lain
Tentunya bukan yang kita ingin
Itu di luar kehendak
Pasrahkan diri pada yang maha bijak
Ingatlah...
Engkau kan tetap di hati
Engkau bagian dari diri ini
Jika engkau tiada
Kurasa hidup tiada sempurna.
Hati juga punya harapan
Keinginanku agar hidup bahagia
Harapanku kita bisa bersama
Tapi jika takdir berkata lain
Tentunya bukan yang kita ingin
Itu di luar kehendak
Pasrahkan diri pada yang maha bijak
Ingatlah...
Engkau kan tetap di hati
Engkau bagian dari diri ini
Jika engkau tiada
Kurasa hidup tiada sempurna.
Angin harapan
Telah lama ku merasakan
hembusan angin yang menghanyutkan lamunan
Oh, ternyata ada suara yang bernyanyi
Berdendang menyejukkan hati
Bila malam tiba
Sering ku bermenung sendiri
Mengharap suara itu muncul kembali
Tak jarang ku tiada terlelap
Hingga pagi datang menyapu gelap
Adakah suara itu kan selalu berdendang?
Bernyanyi mengobati hati yang bimbang
By: Slmn
hembusan angin yang menghanyutkan lamunan
Oh, ternyata ada suara yang bernyanyi
Berdendang menyejukkan hati
Bila malam tiba
Sering ku bermenung sendiri
Mengharap suara itu muncul kembali
Tak jarang ku tiada terlelap
Hingga pagi datang menyapu gelap
Adakah suara itu kan selalu berdendang?
Bernyanyi mengobati hati yang bimbang
By: Slmn
Kerinduan
Hembusan angin malam yang merasuk hingga ke dalam kalbu
Mengingatkanku pada seseorang yang kupuja
Ku hanya bisa memejamkan mata dan menyebut namamu dalam hatiku
Duhai pujaan hatiku
Kalau kau hadir di sisi
Hanya kebisuan yang slalu ada
Kalau kau jauh dari pandangan
Beribu kata ingin kuucapkan
Duhai pujaan hatiku
Ku sangat merindukanmu untuk berada di sisiku
By: Athie
Mengingatkanku pada seseorang yang kupuja
Ku hanya bisa memejamkan mata dan menyebut namamu dalam hatiku
Duhai pujaan hatiku
Kalau kau hadir di sisi
Hanya kebisuan yang slalu ada
Kalau kau jauh dari pandangan
Beribu kata ingin kuucapkan
Duhai pujaan hatiku
Ku sangat merindukanmu untuk berada di sisiku
By: Athie
Bunda
Bunda
Zaman telah menjadikanmu mulia
Tak seorangpun bisa mencela
Kesabaranmu mengasuhku
Kelembutanmu mendekapku
Tangisku adalah kekhawatiranmu
Dan senyumku kebahagianmu
Engkau bagaikan mentari bagiku
Yang selalu memberikan kehangatan
Aku takkan ada tanpa dirimu
Aku takkan tumbuh besar tanpa asuhanmu
Seandainya gunung adalah tumpukan emas
Dan tumbuhan berbuah mutiara
Takkan pernah bisa membayar pengorbananmu
Karena balasan yang pantas hanyalah surga
Zaman telah menjadikanmu mulia
Tak seorangpun bisa mencela
Kesabaranmu mengasuhku
Kelembutanmu mendekapku
Tangisku adalah kekhawatiranmu
Dan senyumku kebahagianmu
Engkau bagaikan mentari bagiku
Yang selalu memberikan kehangatan
Aku takkan ada tanpa dirimu
Aku takkan tumbuh besar tanpa asuhanmu
Seandainya gunung adalah tumpukan emas
Dan tumbuhan berbuah mutiara
Takkan pernah bisa membayar pengorbananmu
Karena balasan yang pantas hanyalah surga
Yang jauh di sana
Hatiku bergetar saat hpku berdering
Teringat suara yang jauh di sana
Suara yang mengganggu tidurku
Suara yang mengisi setiap lamunanku
Aku tak ingin jauh dari HP ku
Seperti hatiku yang ingin dekat denganmu
Kugenggam erat HP ku
Seakan ku sedang menggenggam tanganmu
Kemudian ku dekatkan dikupingku
Seakan ku sedang bersandar di pundakmu
Wahai yang jauh disana
Izinkankah aku Selalu bersamamu
Walau hanya dalam lamunan
By: Slmn
Teringat suara yang jauh di sana
Suara yang mengganggu tidurku
Suara yang mengisi setiap lamunanku
Aku tak ingin jauh dari HP ku
Seperti hatiku yang ingin dekat denganmu
Kugenggam erat HP ku
Seakan ku sedang menggenggam tanganmu
Kemudian ku dekatkan dikupingku
Seakan ku sedang bersandar di pundakmu
Wahai yang jauh disana
Izinkankah aku Selalu bersamamu
Walau hanya dalam lamunan
By: Slmn
Jum'at yang berkah
Pagi nan cerah
Mentari tersenyum indah
Dan burungpun bernyanyi
Menambah semarak pagi
Langkah kaki semakin yakin
Seperti mentari naik perlahan
Desiran halus kian terasa
Kan ku sambut hari nan indah.
Ku pangil namamu..
Kau menoleh dengan sedikit ragu
Kemudian kita melangkah
Sementara hati terus bertanya-tanya
Apakah gerangan akan terjadi?
Berhasilkah aku hari ini?
Deretan kursi menjadi saksi saat itu
Saat dua insan saling menatap malu.
Kata-kataku keluar dengan sedikit terbata
Kaupun mendengar dengan perasaan kurang percaya
Saat kuungkapkan cinta
Yang telah lama berbunga
Dan mulut mungilmu berkata
Ungkapan itulah yang ku tunggu sejak lama
Sungguh pagi nan indah
Pagi jum'at yang penuh berkah.
Mentari tersenyum indah
Dan burungpun bernyanyi
Menambah semarak pagi
Langkah kaki semakin yakin
Seperti mentari naik perlahan
Desiran halus kian terasa
Kan ku sambut hari nan indah.
Ku pangil namamu..
Kau menoleh dengan sedikit ragu
Kemudian kita melangkah
Sementara hati terus bertanya-tanya
Apakah gerangan akan terjadi?
Berhasilkah aku hari ini?
Deretan kursi menjadi saksi saat itu
Saat dua insan saling menatap malu.
Kata-kataku keluar dengan sedikit terbata
Kaupun mendengar dengan perasaan kurang percaya
Saat kuungkapkan cinta
Yang telah lama berbunga
Dan mulut mungilmu berkata
Ungkapan itulah yang ku tunggu sejak lama
Sungguh pagi nan indah
Pagi jum'at yang penuh berkah.
I Love You
Ku masih ingat
Saat tangan kita berjabat
Dan kau tersenyum malu
Kau lepas tanganku dengan tersipu.
Kita masih membisu
Sementara mulut kian meragu
Apa yang akan ku katakan
Detakan jantung terus mennguncang
Jika wajahmu terbayang
Kini engkau disampingku
Ingin rasanya kutumpahkan rasa ini padamu
Kita masih membisu
Sementara alam sudah lama menunggu
Beberapa kata yang keluar
Nan indah untuk didengar
Kutatap wajahmu dengan bergetar
Dan hatiku terus memaksa
Untuk mengucapkan suatu kata
Sudah lama ku memendam rasa
Yang tak terbendung di dada
Izinkan saat ini ku mengatakan
Rasa yang telah lama ku simpan
Sungguh, aku cinta padamu
Sure, I Love YOU.
By: Zaidan
Saat tangan kita berjabat
Dan kau tersenyum malu
Kau lepas tanganku dengan tersipu.
Kita masih membisu
Sementara mulut kian meragu
Apa yang akan ku katakan
Detakan jantung terus mennguncang
Jika wajahmu terbayang
Kini engkau disampingku
Ingin rasanya kutumpahkan rasa ini padamu
Kita masih membisu
Sementara alam sudah lama menunggu
Beberapa kata yang keluar
Nan indah untuk didengar
Kutatap wajahmu dengan bergetar
Dan hatiku terus memaksa
Untuk mengucapkan suatu kata
Sudah lama ku memendam rasa
Yang tak terbendung di dada
Izinkan saat ini ku mengatakan
Rasa yang telah lama ku simpan
Sungguh, aku cinta padamu
Sure, I Love YOU.
By: Zaidan
Pergi jauh
Kasih..
Aku sungguh sayang padamu
Ku ingin selalu bersamamu
Ku ingin selalu disampingmu
Ku tak ingin berpisah darimu
Tapi...
Jika nanti aku jauh
Itulah jalan yang harus ku tempuh
Demi masa depan nanti
Yang kuimpikan selama ini.
Dan ingat..
Janganlah merasa sedih
Aku pasti akan kembali
Membawa berita indah
Yang menjadikan kita orang paling bahagia sedunia
Aku sungguh sayang padamu
Ku ingin selalu bersamamu
Ku ingin selalu disampingmu
Ku tak ingin berpisah darimu
Tapi...
Jika nanti aku jauh
Itulah jalan yang harus ku tempuh
Demi masa depan nanti
Yang kuimpikan selama ini.
Dan ingat..
Janganlah merasa sedih
Aku pasti akan kembali
Membawa berita indah
Yang menjadikan kita orang paling bahagia sedunia
Syukur
Jika kuingat nikmat yang kudapat
Tiada kata yang kan terucap
Selain kata syukur
Segala puji untuk tuhan semesta alam
Bagaimanapun banyaknya dosa yang kubuat
Aku tetap di beri rahmat
Di beri rizki yang cukup
Dan kesempatan untuk hidup
Dunia dengan limpahan nikmat
Sungai yang mengalir damai
Angin bertiup sepoi-sepoi
Bintang yang bertaburan
Jika kuingat nikmat yang kudapat
Tiada kata yang kan terucap
Selain kata syukur
Alhamdulillahi rabbil alamin
Tiada kata yang kan terucap
Selain kata syukur
Segala puji untuk tuhan semesta alam
Bagaimanapun banyaknya dosa yang kubuat
Aku tetap di beri rahmat
Di beri rizki yang cukup
Dan kesempatan untuk hidup
Dunia dengan limpahan nikmat
Sungai yang mengalir damai
Angin bertiup sepoi-sepoi
Bintang yang bertaburan
Jika kuingat nikmat yang kudapat
Tiada kata yang kan terucap
Selain kata syukur
Alhamdulillahi rabbil alamin
Gelisah
Hatiku gelisah
Bersama waktu yang berjalan perlahan
Saat matahari mulai turun
Dan malampun datang menjemput.
Andai waktu dapat kuatur
Ku ingin hari ini tidak berganti
Ku takut menghadapi hari esok
Ku takut tak bersamamu lagi
Aku akan pergi
Membawa segenap asa
Serta cinta yang ku rasa
Hatiku semakin gelisah
Jika mengingat kapan aku akan kembali
Bersama waktu yang berjalan perlahan
Saat matahari mulai turun
Dan malampun datang menjemput.
Andai waktu dapat kuatur
Ku ingin hari ini tidak berganti
Ku takut menghadapi hari esok
Ku takut tak bersamamu lagi
Aku akan pergi
Membawa segenap asa
Serta cinta yang ku rasa
Hatiku semakin gelisah
Jika mengingat kapan aku akan kembali
Apa beda karya sastra dan bukan karya sastra
Sastra suatu kata yang tidak asing lagi di tengah masyarakat, apalagi mereka yang bergelut di dunia pendidikan terutama di bidang bahasa dan sastra, tentunya mereka sudah familiar dengan kata tersebut begitu juga dengan jenis-jenisnya. Namun bagi sebagian orang baru mengenal sebatas istilahnya saja dan bingung untuk mengkategorikan diantara sekian banyak jenis tulisan mana karya sastra dan mana pula yang bukan. Tentunya semua orang akan mengatakan puisi, novel, dan cerpen sebagai suatu karya sastra, karena mereka memahami sastra itu sebatas tulisan yang indah saja. Lalu kalau demikian, apakah diary yang sering ditulis anak remaja termasuk karya sastra? Begitupun yang lainnya, seperti sejarah, riwayat hidup dan tulisan-tulisan yang lainnya apakah termasuk karya sastra? Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini memberikan gambaran baru tentang sastra.
Nah, untuk membedakan suatu tulisan digolongkan sebagai karya sastra atau bukan dapat dilihat dari empat unsur:
1. keindahan.
Dalam suatu karya sastra harus ada unsur keindahan (estetik), tapi memang sulit memberikan ukuran keindahan dalan sebuah tulisan, karena setiap orang mempunyai kriteria sendiri tentang keindahan tersebut. Namun setidaknya tulisan yang indah dapat terlihat dalam pemilihan kata-kata yang lebih puitis, bukan kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari ataupun kata-kata dalam tulisan ilmiah.
2. Imajinasi.
Dalam tulisan-ulisan ilmiah harus ada bukti-bukti konkrit yang bisa di pertanggung jawabkan secara akademis sedangkan dalam sastra harus ada unsur imajinasi. Seorang sastrawan bisa saja menulis cerita atau puisi sesuai dengan apa yang ia bayangkan walaupun tidak dapat dibuktikan secara nyata, bahkan semakin dalam daya imajinasi sastrawan tersebut semakin bagus pula tulisannya. Memang tak jarang suatu karya sastra lahir dari fakta yang terjadi, tapi dalam penyampaiannya penulis menyertakan unsur-unsur imajinasi hingga menjadi suatu karya sastra yang bagus.
3. Ide yang ingin di sampaikan.
Suatu tulisan tidak akan dapat dipahami kalau tidak ada ide yang disampaikan kepada para pembaca, ide tersebut dapat berupa masalah-masalah sosial, ekonomi, politik sampai masalah kegamaan. Ide yang disampaikan
4. Cara penyampaian
Seorang sastrawan harus mampu memlih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan maksud yang ingin disampaikannya, pemilihan kata-kata akan menambah kualitas suatu karya sastra, baik atau kurang baikknya sastrawan juga dapat dilihat dari dari cara penyampaian, sastrawan yang baik tentunya dapat menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat untuk menyampaikan maksudnya, penulis juga harus bisa menyesuaikan tulisannya dengan golongan yang dituju, tentunya kurang tepat menggunakan ungkapan-ungkapan politik padahal tulisannya untuk remaja, begitupun bacaan untuk masyarakat awam akan sulit dipahami oleh mereka kalau menggunakan istilah-istilah akademis.
Nah, untuk membedakan suatu tulisan digolongkan sebagai karya sastra atau bukan dapat dilihat dari empat unsur:
1. keindahan.
Dalam suatu karya sastra harus ada unsur keindahan (estetik), tapi memang sulit memberikan ukuran keindahan dalan sebuah tulisan, karena setiap orang mempunyai kriteria sendiri tentang keindahan tersebut. Namun setidaknya tulisan yang indah dapat terlihat dalam pemilihan kata-kata yang lebih puitis, bukan kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari ataupun kata-kata dalam tulisan ilmiah.
2. Imajinasi.
Dalam tulisan-ulisan ilmiah harus ada bukti-bukti konkrit yang bisa di pertanggung jawabkan secara akademis sedangkan dalam sastra harus ada unsur imajinasi. Seorang sastrawan bisa saja menulis cerita atau puisi sesuai dengan apa yang ia bayangkan walaupun tidak dapat dibuktikan secara nyata, bahkan semakin dalam daya imajinasi sastrawan tersebut semakin bagus pula tulisannya. Memang tak jarang suatu karya sastra lahir dari fakta yang terjadi, tapi dalam penyampaiannya penulis menyertakan unsur-unsur imajinasi hingga menjadi suatu karya sastra yang bagus.
3. Ide yang ingin di sampaikan.
Suatu tulisan tidak akan dapat dipahami kalau tidak ada ide yang disampaikan kepada para pembaca, ide tersebut dapat berupa masalah-masalah sosial, ekonomi, politik sampai masalah kegamaan. Ide yang disampaikan
4. Cara penyampaian
Seorang sastrawan harus mampu memlih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan maksud yang ingin disampaikannya, pemilihan kata-kata akan menambah kualitas suatu karya sastra, baik atau kurang baikknya sastrawan juga dapat dilihat dari dari cara penyampaian, sastrawan yang baik tentunya dapat menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat untuk menyampaikan maksudnya, penulis juga harus bisa menyesuaikan tulisannya dengan golongan yang dituju, tentunya kurang tepat menggunakan ungkapan-ungkapan politik padahal tulisannya untuk remaja, begitupun bacaan untuk masyarakat awam akan sulit dipahami oleh mereka kalau menggunakan istilah-istilah akademis.
Pujian Cinta
Sungguh cintaku semakin besar padamu
Aku bangga dengan sosok dirimu
Sosok yang slalu semangat dalam menghadapi pasang surut kehidupan
Sosok yang tak kenal batas sabar dalam membimbingku
Sosok yang tak kenal lelah dalam menghadapi kerasnya sikap ku
Sejuta wanita yang mendambakan dirimu
Tapi kau telah memilihku sebagai bidadarimu
Kau memberikan singgasana terindah untuk ku
Kau anugrah nan indah yang diberikan Tuhan pada ku
Terima kasih sayang atas cinta tulusmu.
Semoga Tuhan menyayangi dan memuliakanmu..
By: Khailha
Aku bangga dengan sosok dirimu
Sosok yang slalu semangat dalam menghadapi pasang surut kehidupan
Sosok yang tak kenal batas sabar dalam membimbingku
Sosok yang tak kenal lelah dalam menghadapi kerasnya sikap ku
Sejuta wanita yang mendambakan dirimu
Tapi kau telah memilihku sebagai bidadarimu
Kau memberikan singgasana terindah untuk ku
Kau anugrah nan indah yang diberikan Tuhan pada ku
Terima kasih sayang atas cinta tulusmu.
Semoga Tuhan menyayangi dan memuliakanmu..
By: Khailha
Senandung cinta
Alam akan terlihat indah
Jika dilihat dengan cinta
Angin mengirimkan rindu
Burung bersenandung cinta
Awan beriringan memayungi hati
Daun melambai memberi harapan
Dunia bagaikan surga
Bila dirasa dengan cinta
Malam seperti kain tebal menyelimuti diri
Siang kehidupan tempat mencari
Hidup adalah anugrah
Bila dinaungi oleh cinta
Nafas adalah hembusan surga
Saat didendangkan senandung cinta.
Jika dilihat dengan cinta
Angin mengirimkan rindu
Burung bersenandung cinta
Awan beriringan memayungi hati
Daun melambai memberi harapan
Dunia bagaikan surga
Bila dirasa dengan cinta
Malam seperti kain tebal menyelimuti diri
Siang kehidupan tempat mencari
Hidup adalah anugrah
Bila dinaungi oleh cinta
Nafas adalah hembusan surga
Saat didendangkan senandung cinta.
Kertas putih
Kertas putih yang suci
Tanpa noda, tanpa dosa
Menampung setiap goresan pena
Suka duka, dosa dan pahala
Tak pernah marah
Apapun yang orang buat padanya
Disusun di rak yang rapi
Ataupun dirobek kemudian di bakar api
Dilipat untuk hiasan rumah
Ataupun di buang ketempat sampah.
Sungguh malang nasibnya
Jasanya seolah tiada berguna
Keberadaannya dipandang sebelah mata
Ia diinjak oleh manusia yang tak berjiwa
Andaikan bisa bicara
Niscaya akan berkata:
Tertawalah kamu saat ini karena dosa-dosamu telah kutulis dalam catatanku
Akulah kertas putih itu..
Tanpa noda, tanpa dosa
Menampung setiap goresan pena
Suka duka, dosa dan pahala
Tak pernah marah
Apapun yang orang buat padanya
Disusun di rak yang rapi
Ataupun dirobek kemudian di bakar api
Dilipat untuk hiasan rumah
Ataupun di buang ketempat sampah.
Sungguh malang nasibnya
Jasanya seolah tiada berguna
Keberadaannya dipandang sebelah mata
Ia diinjak oleh manusia yang tak berjiwa
Andaikan bisa bicara
Niscaya akan berkata:
Tertawalah kamu saat ini karena dosa-dosamu telah kutulis dalam catatanku
Akulah kertas putih itu..
Suasana hati
Malam semakin larut
Alunan musik membawa ke alam syahdu
Entah apa yang terfikir
Hanya termangu menatap langit
Rasa dingin semakin terasa
Hingga merasuk hinnga ke dalam dada
Setidaknya dapat menyejukkan hati
Dari segala kepenatan diri.
Tak ingin rasanya malam berlalu begitu saja
Tanpa tahu apa sebenarnya yang kurasa
Dan esoknya ke mana ku harus melangkah
Biar malamku terasa berguna.
Malam semakin larut
Membawa hati semakin gundah
Masa lalu yang mengganggu
Masa depan masih kelabu
Alunan musik membawa ke alam syahdu
Entah apa yang terfikir
Hanya termangu menatap langit
Rasa dingin semakin terasa
Hingga merasuk hinnga ke dalam dada
Setidaknya dapat menyejukkan hati
Dari segala kepenatan diri.
Tak ingin rasanya malam berlalu begitu saja
Tanpa tahu apa sebenarnya yang kurasa
Dan esoknya ke mana ku harus melangkah
Biar malamku terasa berguna.
Malam semakin larut
Membawa hati semakin gundah
Masa lalu yang mengganggu
Masa depan masih kelabu
Kesetiaan cinta
Cinta telah menggerakka hatiku
Menyelusuri jalan berliku
Entah kemana aku berkelana
Asalkan ia terus bersama
Hati terjaga dan fikiran bekerja
Tak sedetikpun ingatan lupa darinya
Andaikan ia pergi walau sesaat
Alamat badan akan tersesat.
Cintaku hanya untuknya
Pencipta dan penguasa alam semesta.
Menyelusuri jalan berliku
Entah kemana aku berkelana
Asalkan ia terus bersama
Hati terjaga dan fikiran bekerja
Tak sedetikpun ingatan lupa darinya
Andaikan ia pergi walau sesaat
Alamat badan akan tersesat.
Cintaku hanya untuknya
Pencipta dan penguasa alam semesta.
BUAH KESABARAN
Kringg..kringg..kring..
"Halo dengan siapa ya..?"
"Ini dengan kepala sekolah SDIT Muhammadiyah, bu Khailha ada?"
"O.. sebentar ya pak.."
"Khailha...khailha... ni ada tlpn dari sekolah"
"Iya bu, bentar.."
Bergegas Khailha keluar dari kamarnya dan segera mengangkat telpon.
"Halo pak, saya khailha.."
"Ibu besok jam 8 datang ke sekolah ya, lamaran yang ibu ajukan kemaren diterima.."
"Baik pak, besok saya datang, terima kasih pak."
Alhamdulillah, Khailha bergumam dalam hatinya, setelah dua bulan keliling dari satu tempat ke tempat lain melamar pekerjaan, baru dapat panggilan hari ini. Dapat dibayangkan betapa senang hatinya, cita-citanya untuk hidup mandiri dan bisa membantu orang tua akan segera terwujud. Dalam hatinya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Pagi selasa, jam 6 pagi ia sudah rapi dan siap-siap untuk datang ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, maklum baru pertama kali dapat panggilan, perasaan deg-degan bercampur bahagia, tapi setidaknya ia akan memberikan kesan baik bagi sekolah, makanya dia datang tepat waktu untuk menunjukkan keseriusannya dalam bekerja.
"Terima kasih bu Khailha telah memenuhi panggilan kami" kepala sekolah memulai pembicaraan. "setelah mempelajari berkas-berkas yang ibu ajukan, sekolah memutuskan untuk menerima lamaran ibu dan besok ibu sudah bisa mulai masuk kerja sebagai guru piket".
"Langsung masuk kerja pak?" jawabnya setengah kaget.
"Iya, besok ibu langsung mulai kerja, karena kebetulan sekolah lagi butuh tenaga sebagai guru piket sekaligus masuk menggantikan guru yang tidak hadir".
"Terima kasih pak, insya Allah besok saya mulai kerja".
Alhamdulillah, kalimat syukur kembali keluar dari mulutnya, kesabaran dan kerja keras selama ini telah membuahkan hasil, ini merupakan jawaban dari setiap usahanya, dan kemudahan ini merupakan suatu anugerah, suatu yang tak terduga, dapat panggilan dan langsung mulai kerja, tidak seperti yang lain di mana harus melewati beberapa tahapan berupa tes tulis dan praktek untuk bisa ngajar di sana, apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah elite di daerahnya, ini benar-benar anugrah yang luar biasa.
Hari pertama disambutnya dengan dengan penuh semangat, dan inilah kepribadiannya yang sebenarnya, semangat, percaya diri, optimis dan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang tak semua orang memilikinya, inilah yang membuatnya beda dari yang lain. Ia datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi, apalagi sebagai guru piket baru, ia harus menunjukkan keseiusannya bahwa ia pantas di terima di sekolah tersebut.
Sebagai guru piket baru banyak yang belum di pahaminya, tentang tugas-tugasnya di sekolah, dan masih bingung harus melakukan apa, yang dilakukannya hanya tugas-tugas yang di perintahkan kepala sekolah, yaitu input data-data yang menumpuk di meja dan sesekali masuk kelas menggantikan guru yang tidak hadir ke sekolah lazimnya guru piket lain. hampir tidak ada waktu istirahat baginya, data-data yang menumpuk harus di selesaikan tepat waktu, sebenarnya ia bingung, yang ia kerjakan itu tugas siapa, tapi karena baru ia hanya diam dan ikuti saja, dalam hatinya tugas siapapun itu, sekarang telah mejadi tugasnya yang yang harus di selesaikan dengan maksimal.
Begitulah hari-harinya berlalu, setiap hari hampir tanpa istirahat dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, kecuali istirakat jam 10 selama setengah jam dan istirahat shalat dan makan dari jam 12 sampai jam 1 siang. Sesekali ada rasa ingin meneyerah dalam hatinya, apakah seberat ini pekerjaan yag harus ia jalani, di tambah lagi tugas lain dari guru-guru senior, bahkan sebagai guru penngganti baru diberi tugas membuat soal ujian sekaligus mengoreksinya yang semestinya bukan tugasnya. Beban kian semakin berat terasa di pundaknya, apalagi mengingat gaji yang di tawari di awal kontrak.
Di tengah beban berat tersebut baik fisik maupun psikis, ia masih sempat bersyukur, karena masih diberi kesempatan, mungkin ia termasuk yang beruntung dari ribuan sarjana yang lulus seangkatannya, setidaknya ia tidak menjadi sarjana pengangguran dan tidak lagi tergantung pada orangtua. Itulah yang membuatnya kuat menjanali profesinya sebagai guru, profesi yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa.
Minggu dan bulanpun berganti, kini liburan semester telah berakhir dan masuk semester baru. satu lagi buah kesabaran yang ia rasakan saat itu, baru 3 bulan di sekolah tersebut dan merupakan pegawai paling baru, sudah dipercaya memegang jabatan sebagai wali kelas 3, ya kelas 3, kelas di mana murid-muridnya mudah diatur dan lebih sopan di banding kelas-kelas yang lain. kini jabatan sebagai guru piket yang identik disuruh-suru telah ia lepaskan dan menjadi wali kelas.
Ya allah, sekali lagi aku merasakan betapa besar kasih sayang-MU, tanpa terasa air matanya menetes sebagai tanda syukur atas semua nikmat yang deperolehnya. Dalam hatinya bertekad untuk lebih sabar lagi dan tidak akan menyia-nyiakan amanah tersebut.
Namun diantara bentuk kasih sayang Allah adalah dia menguji hambanya dengan cobaan-cobaan agar hamba tersebut lebih kuat lagi, dan nantinya setelah sukses melewati ujian tersebut akan mendapat nikamat yang lebih besar lagi. Cobaan inipun tak luput dari khailha, sebagai guru ia diuji oleh kenakalan dan tingkah laku para murid. Pernah suatu hari ia masuk kelas, di mana murid-murid kelas tersebut tergolong anak-anak yang sedikit nakal dibanding kelas lain. Saat menerangkan pelajaran sebagian murid tidak mendengarkan penjelasannya bahkan ada yang main-main di kelas dan ada juga yang nantangin guru. keadaan tersebut benar-benar membuatnya sedih hingga meneteskan air mata. Tapi kesabarannya tidak bisa dikalahkan, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam berdoa mudah-mudahan nanti Allah melunakkan hati mereka dan menjadi murid-murid yang santun. Sungguh guru yang mulia semuanya di jalaninya dengan ikhlas.
Sekarang waktu telah berganti, tak ada lagi kesedihan itu, dia bukan lagi guru yang tidak dihargai, tapi guru yang disegani dan dielu-elukan oleh para murid, dan setiap kali melewati murid-murid tersebut, mereka berebutan memanggil namanya dan mengatakan guruku...guruku... dia ibu guruku. Ini semua berkat sifat sabar yang selalu melekat pada dirinya.
"Halo dengan siapa ya..?"
"Ini dengan kepala sekolah SDIT Muhammadiyah, bu Khailha ada?"
"O.. sebentar ya pak.."
"Khailha...khailha... ni ada tlpn dari sekolah"
"Iya bu, bentar.."
Bergegas Khailha keluar dari kamarnya dan segera mengangkat telpon.
"Halo pak, saya khailha.."
"Ibu besok jam 8 datang ke sekolah ya, lamaran yang ibu ajukan kemaren diterima.."
"Baik pak, besok saya datang, terima kasih pak."
Alhamdulillah, Khailha bergumam dalam hatinya, setelah dua bulan keliling dari satu tempat ke tempat lain melamar pekerjaan, baru dapat panggilan hari ini. Dapat dibayangkan betapa senang hatinya, cita-citanya untuk hidup mandiri dan bisa membantu orang tua akan segera terwujud. Dalam hatinya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Pagi selasa, jam 6 pagi ia sudah rapi dan siap-siap untuk datang ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, maklum baru pertama kali dapat panggilan, perasaan deg-degan bercampur bahagia, tapi setidaknya ia akan memberikan kesan baik bagi sekolah, makanya dia datang tepat waktu untuk menunjukkan keseriusannya dalam bekerja.
"Terima kasih bu Khailha telah memenuhi panggilan kami" kepala sekolah memulai pembicaraan. "setelah mempelajari berkas-berkas yang ibu ajukan, sekolah memutuskan untuk menerima lamaran ibu dan besok ibu sudah bisa mulai masuk kerja sebagai guru piket".
"Langsung masuk kerja pak?" jawabnya setengah kaget.
"Iya, besok ibu langsung mulai kerja, karena kebetulan sekolah lagi butuh tenaga sebagai guru piket sekaligus masuk menggantikan guru yang tidak hadir".
"Terima kasih pak, insya Allah besok saya mulai kerja".
Alhamdulillah, kalimat syukur kembali keluar dari mulutnya, kesabaran dan kerja keras selama ini telah membuahkan hasil, ini merupakan jawaban dari setiap usahanya, dan kemudahan ini merupakan suatu anugerah, suatu yang tak terduga, dapat panggilan dan langsung mulai kerja, tidak seperti yang lain di mana harus melewati beberapa tahapan berupa tes tulis dan praktek untuk bisa ngajar di sana, apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah elite di daerahnya, ini benar-benar anugrah yang luar biasa.
Hari pertama disambutnya dengan dengan penuh semangat, dan inilah kepribadiannya yang sebenarnya, semangat, percaya diri, optimis dan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang tak semua orang memilikinya, inilah yang membuatnya beda dari yang lain. Ia datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi, apalagi sebagai guru piket baru, ia harus menunjukkan keseiusannya bahwa ia pantas di terima di sekolah tersebut.
Sebagai guru piket baru banyak yang belum di pahaminya, tentang tugas-tugasnya di sekolah, dan masih bingung harus melakukan apa, yang dilakukannya hanya tugas-tugas yang di perintahkan kepala sekolah, yaitu input data-data yang menumpuk di meja dan sesekali masuk kelas menggantikan guru yang tidak hadir ke sekolah lazimnya guru piket lain. hampir tidak ada waktu istirahat baginya, data-data yang menumpuk harus di selesaikan tepat waktu, sebenarnya ia bingung, yang ia kerjakan itu tugas siapa, tapi karena baru ia hanya diam dan ikuti saja, dalam hatinya tugas siapapun itu, sekarang telah mejadi tugasnya yang yang harus di selesaikan dengan maksimal.
Begitulah hari-harinya berlalu, setiap hari hampir tanpa istirahat dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, kecuali istirakat jam 10 selama setengah jam dan istirahat shalat dan makan dari jam 12 sampai jam 1 siang. Sesekali ada rasa ingin meneyerah dalam hatinya, apakah seberat ini pekerjaan yag harus ia jalani, di tambah lagi tugas lain dari guru-guru senior, bahkan sebagai guru penngganti baru diberi tugas membuat soal ujian sekaligus mengoreksinya yang semestinya bukan tugasnya. Beban kian semakin berat terasa di pundaknya, apalagi mengingat gaji yang di tawari di awal kontrak.
Di tengah beban berat tersebut baik fisik maupun psikis, ia masih sempat bersyukur, karena masih diberi kesempatan, mungkin ia termasuk yang beruntung dari ribuan sarjana yang lulus seangkatannya, setidaknya ia tidak menjadi sarjana pengangguran dan tidak lagi tergantung pada orangtua. Itulah yang membuatnya kuat menjanali profesinya sebagai guru, profesi yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa.
Minggu dan bulanpun berganti, kini liburan semester telah berakhir dan masuk semester baru. satu lagi buah kesabaran yang ia rasakan saat itu, baru 3 bulan di sekolah tersebut dan merupakan pegawai paling baru, sudah dipercaya memegang jabatan sebagai wali kelas 3, ya kelas 3, kelas di mana murid-muridnya mudah diatur dan lebih sopan di banding kelas-kelas yang lain. kini jabatan sebagai guru piket yang identik disuruh-suru telah ia lepaskan dan menjadi wali kelas.
Ya allah, sekali lagi aku merasakan betapa besar kasih sayang-MU, tanpa terasa air matanya menetes sebagai tanda syukur atas semua nikmat yang deperolehnya. Dalam hatinya bertekad untuk lebih sabar lagi dan tidak akan menyia-nyiakan amanah tersebut.
Namun diantara bentuk kasih sayang Allah adalah dia menguji hambanya dengan cobaan-cobaan agar hamba tersebut lebih kuat lagi, dan nantinya setelah sukses melewati ujian tersebut akan mendapat nikamat yang lebih besar lagi. Cobaan inipun tak luput dari khailha, sebagai guru ia diuji oleh kenakalan dan tingkah laku para murid. Pernah suatu hari ia masuk kelas, di mana murid-murid kelas tersebut tergolong anak-anak yang sedikit nakal dibanding kelas lain. Saat menerangkan pelajaran sebagian murid tidak mendengarkan penjelasannya bahkan ada yang main-main di kelas dan ada juga yang nantangin guru. keadaan tersebut benar-benar membuatnya sedih hingga meneteskan air mata. Tapi kesabarannya tidak bisa dikalahkan, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam berdoa mudah-mudahan nanti Allah melunakkan hati mereka dan menjadi murid-murid yang santun. Sungguh guru yang mulia semuanya di jalaninya dengan ikhlas.
Sekarang waktu telah berganti, tak ada lagi kesedihan itu, dia bukan lagi guru yang tidak dihargai, tapi guru yang disegani dan dielu-elukan oleh para murid, dan setiap kali melewati murid-murid tersebut, mereka berebutan memanggil namanya dan mengatakan guruku...guruku... dia ibu guruku. Ini semua berkat sifat sabar yang selalu melekat pada dirinya.
Fenomena subuh
Azan subuh memanggil
Setiap jiwa-jiwa yang terlelap tidur
Sambutlah panggilan tuhanmu
Percepatlah langkah kakimu
Seruan yang terdengar setiap subuh
Seruan yang membangunkan dari mimpi-mimpi semu
Sekarang saatnya dunia nyata
Mintalah restu dari yang kuasa
Kadang panggilan subuh
Seperti alunan musik bagi yang lalai
Yang melelapkan dari kepenatan
Saatnya menarik selimut dari kedinginan
Ingatlah wahai saudara
Subuh akan menjadi awal yang indah
Bagi mereka hamba yang sadar
Bahwa subuh awal untuk semua asa
Bangunlah jiwa yang lalai
Bangunlah jiwaku
Setiap jiwa-jiwa yang terlelap tidur
Sambutlah panggilan tuhanmu
Percepatlah langkah kakimu
Seruan yang terdengar setiap subuh
Seruan yang membangunkan dari mimpi-mimpi semu
Sekarang saatnya dunia nyata
Mintalah restu dari yang kuasa
Kadang panggilan subuh
Seperti alunan musik bagi yang lalai
Yang melelapkan dari kepenatan
Saatnya menarik selimut dari kedinginan
Ingatlah wahai saudara
Subuh akan menjadi awal yang indah
Bagi mereka hamba yang sadar
Bahwa subuh awal untuk semua asa
Bangunlah jiwa yang lalai
Bangunlah jiwaku
Kezholiman
Salahkah aku...
Saat hatiku pilu
Menahan suatu kezoliman
Menanggung suatu kebohongan
Dosakah aku...
Bila hati selalu menyumpah
Mengumpat dan mencela
Pantaskah aku
Jika hati di selimuti dendam
Sesak dan sakit hati
Saat diri telah dizolimi
By: Zaidan
Saat hatiku pilu
Menahan suatu kezoliman
Menanggung suatu kebohongan
Dosakah aku...
Bila hati selalu menyumpah
Mengumpat dan mencela
Pantaskah aku
Jika hati di selimuti dendam
Sesak dan sakit hati
Saat diri telah dizolimi
By: Zaidan
Sahabat
Sahabat tak mengenal jarak
Sahabat tak mengenal waktu
Sahabat slalu ada saat kita butuh
Sahabat kan s'lamanya di hati
Sahabat adalah kita
Sahabat tak mengenal waktu
Sahabat slalu ada saat kita butuh
Sahabat kan s'lamanya di hati
Sahabat adalah kita
Bathinku
Hatiku gembira saat mendengar kabar darimu
Dering sms yang slalu mengejutkan hatiku
Adakah engkau ingat padaku
Seperti aku yang slalu rindu padamu
Jarak telah membuatku semakin gelisah
Kasih sedang apa kau di sana
Yakinlah waktu akan menyatukan kita
Kan ku lepas rindu yang terpendam di dada
Biar hilang semua gelisah
Saat gelisah diganti bahagia
By: SlmN
Dering sms yang slalu mengejutkan hatiku
Adakah engkau ingat padaku
Seperti aku yang slalu rindu padamu
Jarak telah membuatku semakin gelisah
Kasih sedang apa kau di sana
Yakinlah waktu akan menyatukan kita
Kan ku lepas rindu yang terpendam di dada
Biar hilang semua gelisah
Saat gelisah diganti bahagia
By: SlmN
Bahasa Indonesia Asing di Negeri Sendiri
Sekitar 82 tahun yang lalu, para pemuda mewakili bangsa Indonesia besumpah dan berjanji akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional untuk pemersatu nusantara yang terdiri dari berbagai ragam budaya, bahasa, suku dan ras. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia mempunyai identitas sendiri yang perlu diperhitungkan di dunia luar.
Namun, bersama berjalannya waktu bahasa indonesia mulai mengalami pergeseran, masyarakat secara umum dan para remaja secara khusus, lebih suka menggunakan bahasa-bahasa atau istilah-istilah daerah dalam percakapan sehari-hari. Di Jakarta contohnya, kita akan mendapati bahasa-bahasa atau istilah-istilah gaul yang bertentangan dengan kaedah bahasa indonesia, dan kalaupun ada yang berusaha untuk berbahasa yang benar dia dianggap kuno, jadul atau ndeso.
Media, baik cetak maupun elektronik juga ikut - ikutan "mempromosikan" bahasa/istilah tersebut, baik dalam iklan, film, ataupun sinetron yang mereka tayangkan, bahkan sebagian acara berita yang pada awalnya menggunakan ejaan yang benar mulai terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya dan mulai menggunakan bahasa dan istilah yang berkembang di masyarakat.
Ironisnya lagi, sekolah yang natabene sebagai lembaga pendidikan resmi yang ada du negara ini, juga mulai menggunakan bahasa yang kurang tepat ketika menerangkan pelajaran kepada para siswa, termasuk guru bahasa Indonesia itu sendiri.
Mungkin sekarang ini kita hanya dapat mendengarkan bahasa-bahasa yang ejaannya benar dalam pidato-pidato resmi yang telah terkonsep rapi, ataupun kita hanya akan mendapatkannya dalam buku-buku sekolah dan buku-buku cetak lainnya.
Beginilah wajah bangsa kita saat ini, mereka lebih suka menggunakan bahasa dan istilah yang kurang tepat secara kaedah bahasa Indonesia ataupun lebih suka menggunakan istilah-istilah asing dalam percakapan sehari-hari.
Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi, jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu lagi bagaimana berbahasa indonesia yang benar, dan kita harus menjadikan bahasa indonesia sebagai tuan rumah di negeri yang kita cintai ini.
Namun, bersama berjalannya waktu bahasa indonesia mulai mengalami pergeseran, masyarakat secara umum dan para remaja secara khusus, lebih suka menggunakan bahasa-bahasa atau istilah-istilah daerah dalam percakapan sehari-hari. Di Jakarta contohnya, kita akan mendapati bahasa-bahasa atau istilah-istilah gaul yang bertentangan dengan kaedah bahasa indonesia, dan kalaupun ada yang berusaha untuk berbahasa yang benar dia dianggap kuno, jadul atau ndeso.
Media, baik cetak maupun elektronik juga ikut - ikutan "mempromosikan" bahasa/istilah tersebut, baik dalam iklan, film, ataupun sinetron yang mereka tayangkan, bahkan sebagian acara berita yang pada awalnya menggunakan ejaan yang benar mulai terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya dan mulai menggunakan bahasa dan istilah yang berkembang di masyarakat.
Ironisnya lagi, sekolah yang natabene sebagai lembaga pendidikan resmi yang ada du negara ini, juga mulai menggunakan bahasa yang kurang tepat ketika menerangkan pelajaran kepada para siswa, termasuk guru bahasa Indonesia itu sendiri.
Mungkin sekarang ini kita hanya dapat mendengarkan bahasa-bahasa yang ejaannya benar dalam pidato-pidato resmi yang telah terkonsep rapi, ataupun kita hanya akan mendapatkannya dalam buku-buku sekolah dan buku-buku cetak lainnya.
Beginilah wajah bangsa kita saat ini, mereka lebih suka menggunakan bahasa dan istilah yang kurang tepat secara kaedah bahasa Indonesia ataupun lebih suka menggunakan istilah-istilah asing dalam percakapan sehari-hari.
Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi, jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu lagi bagaimana berbahasa indonesia yang benar, dan kita harus menjadikan bahasa indonesia sebagai tuan rumah di negeri yang kita cintai ini.
Ciri Khas Puisi Indonesia
Dalam perkembangan puisi di indonesia terdapat beberapa periode, dalam setiap periode mempunyai tokoh dan ciri khas sendiri-sendiri.
1. periode 1920-1933 (Balai Pustaka)
Ciri-cirinya adalah:
- Mewarisi corak puisi lama.
- Mirip dengan syair dan pantun
2. Periode 1933-1945 (Pujangga Baru)
ciri-cirinya adalah:
- Mengikuti gaya puisi baru
- Kata-katanya indah
- Menggunakan bahasa perbandingan
- Gaya ekspresi aliran romantik
- Rima dijadikan sasaran kepuitisan
Adapaun tokoh-tokohnya:
- Amir hamzah
- J.E Takengkeng
- Sultan takdir alisahbana
- Asmara hadi
- Armijn pane
- Dan lain-lain
3. Periode 1945-1953 (Angkatan 45)
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bebas
- Aliran ekspresinis dan realis
- Pengalaman batin yang mendalam
- Gaya bahasa metafora dan simbolik.
- Gaya sajak primastis
- Pernyataan pikiran berkembang
- Ironi dan sinisme banyak dijumpai
Adapun tokoh-tokohnya:
- Khairil anwar
- Asrul sani
- Rivai apin
- Dan lain-lain
4. Periode 1953-1966
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi dengangaya bercerita
- Menampakkan gaya mantra
- Gaya repetisi banyak digunakan
- Gaya puisi rilis
- Gaya slogan dan retorik mulai dikenal
- Puisi romantik banyak diciptakan
Adapun tokoh-tokohnya;
- WS. Rendra
- Ramadhan karta hadimaja
- Kirdjomulyo
- Toto sudarto
- Dan lain-lain
5. Periode 1966-1970
Ciri-cirinya adalah:
- Masa ini didominasi oleh puisi aliran realisme sosial kanan
Adapun tokoh-tokohnya:
- Taufik ismail
- Sapardi joko darmono
- Mansur samin
- Slamet sukirnanto
- Dan lain-lain
6. Periode 1970-Sekarang
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bergaya mantra
- Banyak puisi konkrit
- Mengggunakan kata-kata daerah
- Memperhatikan asosiasi bunyi
- Banyak puisi imajinasi
- Gaya prosais
- Banyak puisi lugu (polos)
- Banyak menggunakan kata-kata tabu
Adapun tokoh-tokohnya:
- Emha ainun najib
- Sutarji
- Gunoto saparie
- Rusli marzuki sariq
- Dan lain-lain
1. periode 1920-1933 (Balai Pustaka)
Ciri-cirinya adalah:
- Mewarisi corak puisi lama.
- Mirip dengan syair dan pantun
2. Periode 1933-1945 (Pujangga Baru)
ciri-cirinya adalah:
- Mengikuti gaya puisi baru
- Kata-katanya indah
- Menggunakan bahasa perbandingan
- Gaya ekspresi aliran romantik
- Rima dijadikan sasaran kepuitisan
Adapaun tokoh-tokohnya:
- Amir hamzah
- J.E Takengkeng
- Sultan takdir alisahbana
- Asmara hadi
- Armijn pane
- Dan lain-lain
3. Periode 1945-1953 (Angkatan 45)
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bebas
- Aliran ekspresinis dan realis
- Pengalaman batin yang mendalam
- Gaya bahasa metafora dan simbolik.
- Gaya sajak primastis
- Pernyataan pikiran berkembang
- Ironi dan sinisme banyak dijumpai
Adapun tokoh-tokohnya:
- Khairil anwar
- Asrul sani
- Rivai apin
- Dan lain-lain
4. Periode 1953-1966
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi dengangaya bercerita
- Menampakkan gaya mantra
- Gaya repetisi banyak digunakan
- Gaya puisi rilis
- Gaya slogan dan retorik mulai dikenal
- Puisi romantik banyak diciptakan
Adapun tokoh-tokohnya;
- WS. Rendra
- Ramadhan karta hadimaja
- Kirdjomulyo
- Toto sudarto
- Dan lain-lain
5. Periode 1966-1970
Ciri-cirinya adalah:
- Masa ini didominasi oleh puisi aliran realisme sosial kanan
Adapun tokoh-tokohnya:
- Taufik ismail
- Sapardi joko darmono
- Mansur samin
- Slamet sukirnanto
- Dan lain-lain
6. Periode 1970-Sekarang
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bergaya mantra
- Banyak puisi konkrit
- Mengggunakan kata-kata daerah
- Memperhatikan asosiasi bunyi
- Banyak puisi imajinasi
- Gaya prosais
- Banyak puisi lugu (polos)
- Banyak menggunakan kata-kata tabu
Adapun tokoh-tokohnya:
- Emha ainun najib
- Sutarji
- Gunoto saparie
- Rusli marzuki sariq
- Dan lain-lain
Suara hati
Kuharap hujan kan turun
Menyirami tanaman yang kian layu
Hujan yang akan mengguyur
Tanah-tanah yang kian kering
Dalam sabar ku slalu berharap
Setetes air yang membawa asa
Membawa angin keidupan
Berhembus dalam damai
Tapi yang kudapatkan lain
Badai yang kencang
Dan topan yang menghempas
Bukannya menyuburkan tanamanku
Malah mematahkan bunga-bunga
Yang semakin layu dan tak berdaya
Hujan bukan badai..
Angin bukan topan..
Ku tak berharap sesuatu
Yang membuat tanamanku
Semakin layu dan hancur..
Menyirami tanaman yang kian layu
Hujan yang akan mengguyur
Tanah-tanah yang kian kering
Dalam sabar ku slalu berharap
Setetes air yang membawa asa
Membawa angin keidupan
Berhembus dalam damai
Tapi yang kudapatkan lain
Badai yang kencang
Dan topan yang menghempas
Bukannya menyuburkan tanamanku
Malah mematahkan bunga-bunga
Yang semakin layu dan tak berdaya
Hujan bukan badai..
Angin bukan topan..
Ku tak berharap sesuatu
Yang membuat tanamanku
Semakin layu dan hancur..
Ketulusan cinta
Cinta..
Dengan keindahannya kita akan bahagia walaupun tak terlihat oleh mata.
Cinta tulus dapat memberikan kenikmatan bagi sang pemiliknya karna dengannya lah dunia terasa indah..
By: Khailha
Dengan keindahannya kita akan bahagia walaupun tak terlihat oleh mata.
Cinta tulus dapat memberikan kenikmatan bagi sang pemiliknya karna dengannya lah dunia terasa indah..
By: Khailha
Do'a
Tuhanku..
Sendiri ku menunggu
Menunggu takdir baik darimu
Menunggu suatu kesempatan
Dengan sabar semoga berbuah kebahagiaan
Izinkan dengan segala usaha
Mencari ilmumu hingga jauh di sana
Jarak dan waktu
Semuanya ku korbankan untukmu
Akhirilah keinginanku ini
Meraih semua yang ku impi
Mendalami agamamu
Mencari ridhomu
Tuhanku...
Harapanku
Semoga aku tulus
Dan senantiasa di jalanmu yang lurus...
Sendiri ku menunggu
Menunggu takdir baik darimu
Menunggu suatu kesempatan
Dengan sabar semoga berbuah kebahagiaan
Izinkan dengan segala usaha
Mencari ilmumu hingga jauh di sana
Jarak dan waktu
Semuanya ku korbankan untukmu
Akhirilah keinginanku ini
Meraih semua yang ku impi
Mendalami agamamu
Mencari ridhomu
Tuhanku...
Harapanku
Semoga aku tulus
Dan senantiasa di jalanmu yang lurus...
Menggapai bahagia
Tlah lama kita berjalan
Melewati setiap persimpangan
Berbagai rasa telah dilalui
Gembira, sedih yang silih berganti
Sekarang marilah kita pulang
Meninggalkan hati yang bimbang
Menuju penginapan hati
Yang bahagia setiap hari
Mari menggapai kebahagiaan kita
Menaburi benih-benih cinta
Yang siap dipetik disuatu hari nanti
Disaat mekar harum bersemi
Apa yang kita tabur hari ini
Akan dipetik suatu saat nanti
Saat hati telah besatu
Meninggalkan hari-hari kelabu…
Melewati setiap persimpangan
Berbagai rasa telah dilalui
Gembira, sedih yang silih berganti
Sekarang marilah kita pulang
Meninggalkan hati yang bimbang
Menuju penginapan hati
Yang bahagia setiap hari
Mari menggapai kebahagiaan kita
Menaburi benih-benih cinta
Yang siap dipetik disuatu hari nanti
Disaat mekar harum bersemi
Apa yang kita tabur hari ini
Akan dipetik suatu saat nanti
Saat hati telah besatu
Meninggalkan hari-hari kelabu…
Selamat datang
Diposting oleh
Admin
on Kamis, 07 Januari 2010
/
Comments: (0)
Salam sastra...
Teman-temanku pencinta sastra, selamat datang diblog sastra ini, saya ajak teman-teman semua untuk mengekspresikan jiwa seni, khususnya dalam bidang sastra, silahkan kirimkan karya teman-teman baik itu puisi, sajak, cerpen ataupun artikel-artikel tentang sastra yang dapat memberikan ilmu baru bagi yang lainnya..
Teman-temanku pencinta sastra, selamat datang diblog sastra ini, saya ajak teman-teman semua untuk mengekspresikan jiwa seni, khususnya dalam bidang sastra, silahkan kirimkan karya teman-teman baik itu puisi, sajak, cerpen ataupun artikel-artikel tentang sastra yang dapat memberikan ilmu baru bagi yang lainnya..
