Kringg..kringg..kring..
"Halo dengan siapa ya..?"
"Ini dengan kepala sekolah SDIT Muhammadiyah, bu Khailha ada?"
"O.. sebentar ya pak.."
"Khailha...khailha... ni ada tlpn dari sekolah"
"Iya bu, bentar.."
Bergegas Khailha keluar dari kamarnya dan segera mengangkat telpon.
"Halo pak, saya khailha.."
"Ibu besok jam 8 datang ke sekolah ya, lamaran yang ibu ajukan kemaren diterima.."
"Baik pak, besok saya datang, terima kasih pak."
Alhamdulillah, Khailha bergumam dalam hatinya, setelah dua bulan keliling dari satu tempat ke tempat lain melamar pekerjaan, baru dapat panggilan hari ini. Dapat dibayangkan betapa senang hatinya, cita-citanya untuk hidup mandiri dan bisa membantu orang tua akan segera terwujud. Dalam hatinya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Pagi selasa, jam 6 pagi ia sudah rapi dan siap-siap untuk datang ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, maklum baru pertama kali dapat panggilan, perasaan deg-degan bercampur bahagia, tapi setidaknya ia akan memberikan kesan baik bagi sekolah, makanya dia datang tepat waktu untuk menunjukkan keseriusannya dalam bekerja.
"Terima kasih bu Khailha telah memenuhi panggilan kami" kepala sekolah memulai pembicaraan. "setelah mempelajari berkas-berkas yang ibu ajukan, sekolah memutuskan untuk menerima lamaran ibu dan besok ibu sudah bisa mulai masuk kerja sebagai guru piket".
"Langsung masuk kerja pak?" jawabnya setengah kaget.
"Iya, besok ibu langsung mulai kerja, karena kebetulan sekolah lagi butuh tenaga sebagai guru piket sekaligus masuk menggantikan guru yang tidak hadir".
"Terima kasih pak, insya Allah besok saya mulai kerja".
Alhamdulillah, kalimat syukur kembali keluar dari mulutnya, kesabaran dan kerja keras selama ini telah membuahkan hasil, ini merupakan jawaban dari setiap usahanya, dan kemudahan ini merupakan suatu anugerah, suatu yang tak terduga, dapat panggilan dan langsung mulai kerja, tidak seperti yang lain di mana harus melewati beberapa tahapan berupa tes tulis dan praktek untuk bisa ngajar di sana, apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah elite di daerahnya, ini benar-benar anugrah yang luar biasa.
Hari pertama disambutnya dengan dengan penuh semangat, dan inilah kepribadiannya yang sebenarnya, semangat, percaya diri, optimis dan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang tak semua orang memilikinya, inilah yang membuatnya beda dari yang lain. Ia datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi, apalagi sebagai guru piket baru, ia harus menunjukkan keseiusannya bahwa ia pantas di terima di sekolah tersebut.
Sebagai guru piket baru banyak yang belum di pahaminya, tentang tugas-tugasnya di sekolah, dan masih bingung harus melakukan apa, yang dilakukannya hanya tugas-tugas yang di perintahkan kepala sekolah, yaitu input data-data yang menumpuk di meja dan sesekali masuk kelas menggantikan guru yang tidak hadir ke sekolah lazimnya guru piket lain. hampir tidak ada waktu istirahat baginya, data-data yang menumpuk harus di selesaikan tepat waktu, sebenarnya ia bingung, yang ia kerjakan itu tugas siapa, tapi karena baru ia hanya diam dan ikuti saja, dalam hatinya tugas siapapun itu, sekarang telah mejadi tugasnya yang yang harus di selesaikan dengan maksimal.
Begitulah hari-harinya berlalu, setiap hari hampir tanpa istirahat dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, kecuali istirakat jam 10 selama setengah jam dan istirahat shalat dan makan dari jam 12 sampai jam 1 siang. Sesekali ada rasa ingin meneyerah dalam hatinya, apakah seberat ini pekerjaan yag harus ia jalani, di tambah lagi tugas lain dari guru-guru senior, bahkan sebagai guru penngganti baru diberi tugas membuat soal ujian sekaligus mengoreksinya yang semestinya bukan tugasnya. Beban kian semakin berat terasa di pundaknya, apalagi mengingat gaji yang di tawari di awal kontrak.
Di tengah beban berat tersebut baik fisik maupun psikis, ia masih sempat bersyukur, karena masih diberi kesempatan, mungkin ia termasuk yang beruntung dari ribuan sarjana yang lulus seangkatannya, setidaknya ia tidak menjadi sarjana pengangguran dan tidak lagi tergantung pada orangtua. Itulah yang membuatnya kuat menjanali profesinya sebagai guru, profesi yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa.
Minggu dan bulanpun berganti, kini liburan semester telah berakhir dan masuk semester baru. satu lagi buah kesabaran yang ia rasakan saat itu, baru 3 bulan di sekolah tersebut dan merupakan pegawai paling baru, sudah dipercaya memegang jabatan sebagai wali kelas 3, ya kelas 3, kelas di mana murid-muridnya mudah diatur dan lebih sopan di banding kelas-kelas yang lain. kini jabatan sebagai guru piket yang identik disuruh-suru telah ia lepaskan dan menjadi wali kelas.
Ya allah, sekali lagi aku merasakan betapa besar kasih sayang-MU, tanpa terasa air matanya menetes sebagai tanda syukur atas semua nikmat yang deperolehnya. Dalam hatinya bertekad untuk lebih sabar lagi dan tidak akan menyia-nyiakan amanah tersebut.
Namun diantara bentuk kasih sayang Allah adalah dia menguji hambanya dengan cobaan-cobaan agar hamba tersebut lebih kuat lagi, dan nantinya setelah sukses melewati ujian tersebut akan mendapat nikamat yang lebih besar lagi. Cobaan inipun tak luput dari khailha, sebagai guru ia diuji oleh kenakalan dan tingkah laku para murid. Pernah suatu hari ia masuk kelas, di mana murid-murid kelas tersebut tergolong anak-anak yang sedikit nakal dibanding kelas lain. Saat menerangkan pelajaran sebagian murid tidak mendengarkan penjelasannya bahkan ada yang main-main di kelas dan ada juga yang nantangin guru. keadaan tersebut benar-benar membuatnya sedih hingga meneteskan air mata. Tapi kesabarannya tidak bisa dikalahkan, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam berdoa mudah-mudahan nanti Allah melunakkan hati mereka dan menjadi murid-murid yang santun. Sungguh guru yang mulia semuanya di jalaninya dengan ikhlas.
Sekarang waktu telah berganti, tak ada lagi kesedihan itu, dia bukan lagi guru yang tidak dihargai, tapi guru yang disegani dan dielu-elukan oleh para murid, dan setiap kali melewati murid-murid tersebut, mereka berebutan memanggil namanya dan mengatakan guruku...guruku... dia ibu guruku. Ini semua berkat sifat sabar yang selalu melekat pada dirinya.

1 komentar:
guru adl orang yg kucinta dan tidak akan kulupa sepanjang hidupku.
Posting Komentar