Sastra suatu kata yang tidak asing lagi di tengah masyarakat, apalagi mereka yang bergelut di dunia pendidikan terutama di bidang bahasa dan sastra, tentunya mereka sudah familiar dengan kata tersebut begitu juga dengan jenis-jenisnya. Namun bagi sebagian orang baru mengenal sebatas istilahnya saja dan bingung untuk mengkategorikan diantara sekian banyak jenis tulisan mana karya sastra dan mana pula yang bukan. Tentunya semua orang akan mengatakan puisi, novel, dan cerpen sebagai suatu karya sastra, karena mereka memahami sastra itu sebatas tulisan yang indah saja. Lalu kalau demikian, apakah diary yang sering ditulis anak remaja termasuk karya sastra? Begitupun yang lainnya, seperti sejarah, riwayat hidup dan tulisan-tulisan yang lainnya apakah termasuk karya sastra? Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini memberikan gambaran baru tentang sastra.
Nah, untuk membedakan suatu tulisan digolongkan sebagai karya sastra atau bukan dapat dilihat dari empat unsur:
1. keindahan.
Dalam suatu karya sastra harus ada unsur keindahan (estetik), tapi memang sulit memberikan ukuran keindahan dalan sebuah tulisan, karena setiap orang mempunyai kriteria sendiri tentang keindahan tersebut. Namun setidaknya tulisan yang indah dapat terlihat dalam pemilihan kata-kata yang lebih puitis, bukan kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari ataupun kata-kata dalam tulisan ilmiah.
2. Imajinasi.
Dalam tulisan-ulisan ilmiah harus ada bukti-bukti konkrit yang bisa di pertanggung jawabkan secara akademis sedangkan dalam sastra harus ada unsur imajinasi. Seorang sastrawan bisa saja menulis cerita atau puisi sesuai dengan apa yang ia bayangkan walaupun tidak dapat dibuktikan secara nyata, bahkan semakin dalam daya imajinasi sastrawan tersebut semakin bagus pula tulisannya. Memang tak jarang suatu karya sastra lahir dari fakta yang terjadi, tapi dalam penyampaiannya penulis menyertakan unsur-unsur imajinasi hingga menjadi suatu karya sastra yang bagus.
3. Ide yang ingin di sampaikan.
Suatu tulisan tidak akan dapat dipahami kalau tidak ada ide yang disampaikan kepada para pembaca, ide tersebut dapat berupa masalah-masalah sosial, ekonomi, politik sampai masalah kegamaan. Ide yang disampaikan
4. Cara penyampaian
Seorang sastrawan harus mampu memlih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan maksud yang ingin disampaikannya, pemilihan kata-kata akan menambah kualitas suatu karya sastra, baik atau kurang baikknya sastrawan juga dapat dilihat dari dari cara penyampaian, sastrawan yang baik tentunya dapat menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat untuk menyampaikan maksudnya, penulis juga harus bisa menyesuaikan tulisannya dengan golongan yang dituju, tentunya kurang tepat menggunakan ungkapan-ungkapan politik padahal tulisannya untuk remaja, begitupun bacaan untuk masyarakat awam akan sulit dipahami oleh mereka kalau menggunakan istilah-istilah akademis.
Apa beda karya sastra dan bukan karya sastra
Diposting oleh
Admin
on Rabu, 27 Januari 2010
Label:
Artikel

1 komentar:
di poin ide yang ingin disampaikan, belum dijelaskan perbedaan karya sastra dan non sastra
Posting Komentar