Sastra suatu kata yang tidak asing lagi di tengah masyarakat, apalagi mereka yang bergelut di dunia pendidikan terutama di bidang bahasa dan sastra, tentunya mereka sudah familiar dengan kata tersebut begitu juga dengan jenis-jenisnya. Namun bagi sebagian orang baru mengenal sebatas istilahnya saja dan bingung untuk mengkategorikan diantara sekian banyak jenis tulisan mana karya sastra dan mana pula yang bukan. Tentunya semua orang akan mengatakan puisi, novel, dan cerpen sebagai suatu karya sastra, karena mereka memahami sastra itu sebatas tulisan yang indah saja. Lalu kalau demikian, apakah diary yang sering ditulis anak remaja termasuk karya sastra? Begitupun yang lainnya, seperti sejarah, riwayat hidup dan tulisan-tulisan yang lainnya apakah termasuk karya sastra? Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini memberikan gambaran baru tentang sastra.
Nah, untuk membedakan suatu tulisan digolongkan sebagai karya sastra atau bukan dapat dilihat dari empat unsur:
1. keindahan.
Dalam suatu karya sastra harus ada unsur keindahan (estetik), tapi memang sulit memberikan ukuran keindahan dalan sebuah tulisan, karena setiap orang mempunyai kriteria sendiri tentang keindahan tersebut. Namun setidaknya tulisan yang indah dapat terlihat dalam pemilihan kata-kata yang lebih puitis, bukan kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari ataupun kata-kata dalam tulisan ilmiah.
2. Imajinasi.
Dalam tulisan-ulisan ilmiah harus ada bukti-bukti konkrit yang bisa di pertanggung jawabkan secara akademis sedangkan dalam sastra harus ada unsur imajinasi. Seorang sastrawan bisa saja menulis cerita atau puisi sesuai dengan apa yang ia bayangkan walaupun tidak dapat dibuktikan secara nyata, bahkan semakin dalam daya imajinasi sastrawan tersebut semakin bagus pula tulisannya. Memang tak jarang suatu karya sastra lahir dari fakta yang terjadi, tapi dalam penyampaiannya penulis menyertakan unsur-unsur imajinasi hingga menjadi suatu karya sastra yang bagus.
3. Ide yang ingin di sampaikan.
Suatu tulisan tidak akan dapat dipahami kalau tidak ada ide yang disampaikan kepada para pembaca, ide tersebut dapat berupa masalah-masalah sosial, ekonomi, politik sampai masalah kegamaan. Ide yang disampaikan
4. Cara penyampaian
Seorang sastrawan harus mampu memlih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan maksud yang ingin disampaikannya, pemilihan kata-kata akan menambah kualitas suatu karya sastra, baik atau kurang baikknya sastrawan juga dapat dilihat dari dari cara penyampaian, sastrawan yang baik tentunya dapat menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat untuk menyampaikan maksudnya, penulis juga harus bisa menyesuaikan tulisannya dengan golongan yang dituju, tentunya kurang tepat menggunakan ungkapan-ungkapan politik padahal tulisannya untuk remaja, begitupun bacaan untuk masyarakat awam akan sulit dipahami oleh mereka kalau menggunakan istilah-istilah akademis.
Pujian Cinta
Sungguh cintaku semakin besar padamu
Aku bangga dengan sosok dirimu
Sosok yang slalu semangat dalam menghadapi pasang surut kehidupan
Sosok yang tak kenal batas sabar dalam membimbingku
Sosok yang tak kenal lelah dalam menghadapi kerasnya sikap ku
Sejuta wanita yang mendambakan dirimu
Tapi kau telah memilihku sebagai bidadarimu
Kau memberikan singgasana terindah untuk ku
Kau anugrah nan indah yang diberikan Tuhan pada ku
Terima kasih sayang atas cinta tulusmu.
Semoga Tuhan menyayangi dan memuliakanmu..
By: Khailha
Aku bangga dengan sosok dirimu
Sosok yang slalu semangat dalam menghadapi pasang surut kehidupan
Sosok yang tak kenal batas sabar dalam membimbingku
Sosok yang tak kenal lelah dalam menghadapi kerasnya sikap ku
Sejuta wanita yang mendambakan dirimu
Tapi kau telah memilihku sebagai bidadarimu
Kau memberikan singgasana terindah untuk ku
Kau anugrah nan indah yang diberikan Tuhan pada ku
Terima kasih sayang atas cinta tulusmu.
Semoga Tuhan menyayangi dan memuliakanmu..
By: Khailha
Senandung cinta
Alam akan terlihat indah
Jika dilihat dengan cinta
Angin mengirimkan rindu
Burung bersenandung cinta
Awan beriringan memayungi hati
Daun melambai memberi harapan
Dunia bagaikan surga
Bila dirasa dengan cinta
Malam seperti kain tebal menyelimuti diri
Siang kehidupan tempat mencari
Hidup adalah anugrah
Bila dinaungi oleh cinta
Nafas adalah hembusan surga
Saat didendangkan senandung cinta.
Jika dilihat dengan cinta
Angin mengirimkan rindu
Burung bersenandung cinta
Awan beriringan memayungi hati
Daun melambai memberi harapan
Dunia bagaikan surga
Bila dirasa dengan cinta
Malam seperti kain tebal menyelimuti diri
Siang kehidupan tempat mencari
Hidup adalah anugrah
Bila dinaungi oleh cinta
Nafas adalah hembusan surga
Saat didendangkan senandung cinta.
Kertas putih
Kertas putih yang suci
Tanpa noda, tanpa dosa
Menampung setiap goresan pena
Suka duka, dosa dan pahala
Tak pernah marah
Apapun yang orang buat padanya
Disusun di rak yang rapi
Ataupun dirobek kemudian di bakar api
Dilipat untuk hiasan rumah
Ataupun di buang ketempat sampah.
Sungguh malang nasibnya
Jasanya seolah tiada berguna
Keberadaannya dipandang sebelah mata
Ia diinjak oleh manusia yang tak berjiwa
Andaikan bisa bicara
Niscaya akan berkata:
Tertawalah kamu saat ini karena dosa-dosamu telah kutulis dalam catatanku
Akulah kertas putih itu..
Tanpa noda, tanpa dosa
Menampung setiap goresan pena
Suka duka, dosa dan pahala
Tak pernah marah
Apapun yang orang buat padanya
Disusun di rak yang rapi
Ataupun dirobek kemudian di bakar api
Dilipat untuk hiasan rumah
Ataupun di buang ketempat sampah.
Sungguh malang nasibnya
Jasanya seolah tiada berguna
Keberadaannya dipandang sebelah mata
Ia diinjak oleh manusia yang tak berjiwa
Andaikan bisa bicara
Niscaya akan berkata:
Tertawalah kamu saat ini karena dosa-dosamu telah kutulis dalam catatanku
Akulah kertas putih itu..
Suasana hati
Malam semakin larut
Alunan musik membawa ke alam syahdu
Entah apa yang terfikir
Hanya termangu menatap langit
Rasa dingin semakin terasa
Hingga merasuk hinnga ke dalam dada
Setidaknya dapat menyejukkan hati
Dari segala kepenatan diri.
Tak ingin rasanya malam berlalu begitu saja
Tanpa tahu apa sebenarnya yang kurasa
Dan esoknya ke mana ku harus melangkah
Biar malamku terasa berguna.
Malam semakin larut
Membawa hati semakin gundah
Masa lalu yang mengganggu
Masa depan masih kelabu
Alunan musik membawa ke alam syahdu
Entah apa yang terfikir
Hanya termangu menatap langit
Rasa dingin semakin terasa
Hingga merasuk hinnga ke dalam dada
Setidaknya dapat menyejukkan hati
Dari segala kepenatan diri.
Tak ingin rasanya malam berlalu begitu saja
Tanpa tahu apa sebenarnya yang kurasa
Dan esoknya ke mana ku harus melangkah
Biar malamku terasa berguna.
Malam semakin larut
Membawa hati semakin gundah
Masa lalu yang mengganggu
Masa depan masih kelabu
Kesetiaan cinta
Cinta telah menggerakka hatiku
Menyelusuri jalan berliku
Entah kemana aku berkelana
Asalkan ia terus bersama
Hati terjaga dan fikiran bekerja
Tak sedetikpun ingatan lupa darinya
Andaikan ia pergi walau sesaat
Alamat badan akan tersesat.
Cintaku hanya untuknya
Pencipta dan penguasa alam semesta.
Menyelusuri jalan berliku
Entah kemana aku berkelana
Asalkan ia terus bersama
Hati terjaga dan fikiran bekerja
Tak sedetikpun ingatan lupa darinya
Andaikan ia pergi walau sesaat
Alamat badan akan tersesat.
Cintaku hanya untuknya
Pencipta dan penguasa alam semesta.
BUAH KESABARAN
Kringg..kringg..kring..
"Halo dengan siapa ya..?"
"Ini dengan kepala sekolah SDIT Muhammadiyah, bu Khailha ada?"
"O.. sebentar ya pak.."
"Khailha...khailha... ni ada tlpn dari sekolah"
"Iya bu, bentar.."
Bergegas Khailha keluar dari kamarnya dan segera mengangkat telpon.
"Halo pak, saya khailha.."
"Ibu besok jam 8 datang ke sekolah ya, lamaran yang ibu ajukan kemaren diterima.."
"Baik pak, besok saya datang, terima kasih pak."
Alhamdulillah, Khailha bergumam dalam hatinya, setelah dua bulan keliling dari satu tempat ke tempat lain melamar pekerjaan, baru dapat panggilan hari ini. Dapat dibayangkan betapa senang hatinya, cita-citanya untuk hidup mandiri dan bisa membantu orang tua akan segera terwujud. Dalam hatinya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Pagi selasa, jam 6 pagi ia sudah rapi dan siap-siap untuk datang ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, maklum baru pertama kali dapat panggilan, perasaan deg-degan bercampur bahagia, tapi setidaknya ia akan memberikan kesan baik bagi sekolah, makanya dia datang tepat waktu untuk menunjukkan keseriusannya dalam bekerja.
"Terima kasih bu Khailha telah memenuhi panggilan kami" kepala sekolah memulai pembicaraan. "setelah mempelajari berkas-berkas yang ibu ajukan, sekolah memutuskan untuk menerima lamaran ibu dan besok ibu sudah bisa mulai masuk kerja sebagai guru piket".
"Langsung masuk kerja pak?" jawabnya setengah kaget.
"Iya, besok ibu langsung mulai kerja, karena kebetulan sekolah lagi butuh tenaga sebagai guru piket sekaligus masuk menggantikan guru yang tidak hadir".
"Terima kasih pak, insya Allah besok saya mulai kerja".
Alhamdulillah, kalimat syukur kembali keluar dari mulutnya, kesabaran dan kerja keras selama ini telah membuahkan hasil, ini merupakan jawaban dari setiap usahanya, dan kemudahan ini merupakan suatu anugerah, suatu yang tak terduga, dapat panggilan dan langsung mulai kerja, tidak seperti yang lain di mana harus melewati beberapa tahapan berupa tes tulis dan praktek untuk bisa ngajar di sana, apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah elite di daerahnya, ini benar-benar anugrah yang luar biasa.
Hari pertama disambutnya dengan dengan penuh semangat, dan inilah kepribadiannya yang sebenarnya, semangat, percaya diri, optimis dan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang tak semua orang memilikinya, inilah yang membuatnya beda dari yang lain. Ia datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi, apalagi sebagai guru piket baru, ia harus menunjukkan keseiusannya bahwa ia pantas di terima di sekolah tersebut.
Sebagai guru piket baru banyak yang belum di pahaminya, tentang tugas-tugasnya di sekolah, dan masih bingung harus melakukan apa, yang dilakukannya hanya tugas-tugas yang di perintahkan kepala sekolah, yaitu input data-data yang menumpuk di meja dan sesekali masuk kelas menggantikan guru yang tidak hadir ke sekolah lazimnya guru piket lain. hampir tidak ada waktu istirahat baginya, data-data yang menumpuk harus di selesaikan tepat waktu, sebenarnya ia bingung, yang ia kerjakan itu tugas siapa, tapi karena baru ia hanya diam dan ikuti saja, dalam hatinya tugas siapapun itu, sekarang telah mejadi tugasnya yang yang harus di selesaikan dengan maksimal.
Begitulah hari-harinya berlalu, setiap hari hampir tanpa istirahat dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, kecuali istirakat jam 10 selama setengah jam dan istirahat shalat dan makan dari jam 12 sampai jam 1 siang. Sesekali ada rasa ingin meneyerah dalam hatinya, apakah seberat ini pekerjaan yag harus ia jalani, di tambah lagi tugas lain dari guru-guru senior, bahkan sebagai guru penngganti baru diberi tugas membuat soal ujian sekaligus mengoreksinya yang semestinya bukan tugasnya. Beban kian semakin berat terasa di pundaknya, apalagi mengingat gaji yang di tawari di awal kontrak.
Di tengah beban berat tersebut baik fisik maupun psikis, ia masih sempat bersyukur, karena masih diberi kesempatan, mungkin ia termasuk yang beruntung dari ribuan sarjana yang lulus seangkatannya, setidaknya ia tidak menjadi sarjana pengangguran dan tidak lagi tergantung pada orangtua. Itulah yang membuatnya kuat menjanali profesinya sebagai guru, profesi yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa.
Minggu dan bulanpun berganti, kini liburan semester telah berakhir dan masuk semester baru. satu lagi buah kesabaran yang ia rasakan saat itu, baru 3 bulan di sekolah tersebut dan merupakan pegawai paling baru, sudah dipercaya memegang jabatan sebagai wali kelas 3, ya kelas 3, kelas di mana murid-muridnya mudah diatur dan lebih sopan di banding kelas-kelas yang lain. kini jabatan sebagai guru piket yang identik disuruh-suru telah ia lepaskan dan menjadi wali kelas.
Ya allah, sekali lagi aku merasakan betapa besar kasih sayang-MU, tanpa terasa air matanya menetes sebagai tanda syukur atas semua nikmat yang deperolehnya. Dalam hatinya bertekad untuk lebih sabar lagi dan tidak akan menyia-nyiakan amanah tersebut.
Namun diantara bentuk kasih sayang Allah adalah dia menguji hambanya dengan cobaan-cobaan agar hamba tersebut lebih kuat lagi, dan nantinya setelah sukses melewati ujian tersebut akan mendapat nikamat yang lebih besar lagi. Cobaan inipun tak luput dari khailha, sebagai guru ia diuji oleh kenakalan dan tingkah laku para murid. Pernah suatu hari ia masuk kelas, di mana murid-murid kelas tersebut tergolong anak-anak yang sedikit nakal dibanding kelas lain. Saat menerangkan pelajaran sebagian murid tidak mendengarkan penjelasannya bahkan ada yang main-main di kelas dan ada juga yang nantangin guru. keadaan tersebut benar-benar membuatnya sedih hingga meneteskan air mata. Tapi kesabarannya tidak bisa dikalahkan, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam berdoa mudah-mudahan nanti Allah melunakkan hati mereka dan menjadi murid-murid yang santun. Sungguh guru yang mulia semuanya di jalaninya dengan ikhlas.
Sekarang waktu telah berganti, tak ada lagi kesedihan itu, dia bukan lagi guru yang tidak dihargai, tapi guru yang disegani dan dielu-elukan oleh para murid, dan setiap kali melewati murid-murid tersebut, mereka berebutan memanggil namanya dan mengatakan guruku...guruku... dia ibu guruku. Ini semua berkat sifat sabar yang selalu melekat pada dirinya.
"Halo dengan siapa ya..?"
"Ini dengan kepala sekolah SDIT Muhammadiyah, bu Khailha ada?"
"O.. sebentar ya pak.."
"Khailha...khailha... ni ada tlpn dari sekolah"
"Iya bu, bentar.."
Bergegas Khailha keluar dari kamarnya dan segera mengangkat telpon.
"Halo pak, saya khailha.."
"Ibu besok jam 8 datang ke sekolah ya, lamaran yang ibu ajukan kemaren diterima.."
"Baik pak, besok saya datang, terima kasih pak."
Alhamdulillah, Khailha bergumam dalam hatinya, setelah dua bulan keliling dari satu tempat ke tempat lain melamar pekerjaan, baru dapat panggilan hari ini. Dapat dibayangkan betapa senang hatinya, cita-citanya untuk hidup mandiri dan bisa membantu orang tua akan segera terwujud. Dalam hatinya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Pagi selasa, jam 6 pagi ia sudah rapi dan siap-siap untuk datang ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya, maklum baru pertama kali dapat panggilan, perasaan deg-degan bercampur bahagia, tapi setidaknya ia akan memberikan kesan baik bagi sekolah, makanya dia datang tepat waktu untuk menunjukkan keseriusannya dalam bekerja.
"Terima kasih bu Khailha telah memenuhi panggilan kami" kepala sekolah memulai pembicaraan. "setelah mempelajari berkas-berkas yang ibu ajukan, sekolah memutuskan untuk menerima lamaran ibu dan besok ibu sudah bisa mulai masuk kerja sebagai guru piket".
"Langsung masuk kerja pak?" jawabnya setengah kaget.
"Iya, besok ibu langsung mulai kerja, karena kebetulan sekolah lagi butuh tenaga sebagai guru piket sekaligus masuk menggantikan guru yang tidak hadir".
"Terima kasih pak, insya Allah besok saya mulai kerja".
Alhamdulillah, kalimat syukur kembali keluar dari mulutnya, kesabaran dan kerja keras selama ini telah membuahkan hasil, ini merupakan jawaban dari setiap usahanya, dan kemudahan ini merupakan suatu anugerah, suatu yang tak terduga, dapat panggilan dan langsung mulai kerja, tidak seperti yang lain di mana harus melewati beberapa tahapan berupa tes tulis dan praktek untuk bisa ngajar di sana, apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah elite di daerahnya, ini benar-benar anugrah yang luar biasa.
Hari pertama disambutnya dengan dengan penuh semangat, dan inilah kepribadiannya yang sebenarnya, semangat, percaya diri, optimis dan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang tak semua orang memilikinya, inilah yang membuatnya beda dari yang lain. Ia datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi, apalagi sebagai guru piket baru, ia harus menunjukkan keseiusannya bahwa ia pantas di terima di sekolah tersebut.
Sebagai guru piket baru banyak yang belum di pahaminya, tentang tugas-tugasnya di sekolah, dan masih bingung harus melakukan apa, yang dilakukannya hanya tugas-tugas yang di perintahkan kepala sekolah, yaitu input data-data yang menumpuk di meja dan sesekali masuk kelas menggantikan guru yang tidak hadir ke sekolah lazimnya guru piket lain. hampir tidak ada waktu istirahat baginya, data-data yang menumpuk harus di selesaikan tepat waktu, sebenarnya ia bingung, yang ia kerjakan itu tugas siapa, tapi karena baru ia hanya diam dan ikuti saja, dalam hatinya tugas siapapun itu, sekarang telah mejadi tugasnya yang yang harus di selesaikan dengan maksimal.
Begitulah hari-harinya berlalu, setiap hari hampir tanpa istirahat dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, kecuali istirakat jam 10 selama setengah jam dan istirahat shalat dan makan dari jam 12 sampai jam 1 siang. Sesekali ada rasa ingin meneyerah dalam hatinya, apakah seberat ini pekerjaan yag harus ia jalani, di tambah lagi tugas lain dari guru-guru senior, bahkan sebagai guru penngganti baru diberi tugas membuat soal ujian sekaligus mengoreksinya yang semestinya bukan tugasnya. Beban kian semakin berat terasa di pundaknya, apalagi mengingat gaji yang di tawari di awal kontrak.
Di tengah beban berat tersebut baik fisik maupun psikis, ia masih sempat bersyukur, karena masih diberi kesempatan, mungkin ia termasuk yang beruntung dari ribuan sarjana yang lulus seangkatannya, setidaknya ia tidak menjadi sarjana pengangguran dan tidak lagi tergantung pada orangtua. Itulah yang membuatnya kuat menjanali profesinya sebagai guru, profesi yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa.
Minggu dan bulanpun berganti, kini liburan semester telah berakhir dan masuk semester baru. satu lagi buah kesabaran yang ia rasakan saat itu, baru 3 bulan di sekolah tersebut dan merupakan pegawai paling baru, sudah dipercaya memegang jabatan sebagai wali kelas 3, ya kelas 3, kelas di mana murid-muridnya mudah diatur dan lebih sopan di banding kelas-kelas yang lain. kini jabatan sebagai guru piket yang identik disuruh-suru telah ia lepaskan dan menjadi wali kelas.
Ya allah, sekali lagi aku merasakan betapa besar kasih sayang-MU, tanpa terasa air matanya menetes sebagai tanda syukur atas semua nikmat yang deperolehnya. Dalam hatinya bertekad untuk lebih sabar lagi dan tidak akan menyia-nyiakan amanah tersebut.
Namun diantara bentuk kasih sayang Allah adalah dia menguji hambanya dengan cobaan-cobaan agar hamba tersebut lebih kuat lagi, dan nantinya setelah sukses melewati ujian tersebut akan mendapat nikamat yang lebih besar lagi. Cobaan inipun tak luput dari khailha, sebagai guru ia diuji oleh kenakalan dan tingkah laku para murid. Pernah suatu hari ia masuk kelas, di mana murid-murid kelas tersebut tergolong anak-anak yang sedikit nakal dibanding kelas lain. Saat menerangkan pelajaran sebagian murid tidak mendengarkan penjelasannya bahkan ada yang main-main di kelas dan ada juga yang nantangin guru. keadaan tersebut benar-benar membuatnya sedih hingga meneteskan air mata. Tapi kesabarannya tidak bisa dikalahkan, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam berdoa mudah-mudahan nanti Allah melunakkan hati mereka dan menjadi murid-murid yang santun. Sungguh guru yang mulia semuanya di jalaninya dengan ikhlas.
Sekarang waktu telah berganti, tak ada lagi kesedihan itu, dia bukan lagi guru yang tidak dihargai, tapi guru yang disegani dan dielu-elukan oleh para murid, dan setiap kali melewati murid-murid tersebut, mereka berebutan memanggil namanya dan mengatakan guruku...guruku... dia ibu guruku. Ini semua berkat sifat sabar yang selalu melekat pada dirinya.
Fenomena subuh
Azan subuh memanggil
Setiap jiwa-jiwa yang terlelap tidur
Sambutlah panggilan tuhanmu
Percepatlah langkah kakimu
Seruan yang terdengar setiap subuh
Seruan yang membangunkan dari mimpi-mimpi semu
Sekarang saatnya dunia nyata
Mintalah restu dari yang kuasa
Kadang panggilan subuh
Seperti alunan musik bagi yang lalai
Yang melelapkan dari kepenatan
Saatnya menarik selimut dari kedinginan
Ingatlah wahai saudara
Subuh akan menjadi awal yang indah
Bagi mereka hamba yang sadar
Bahwa subuh awal untuk semua asa
Bangunlah jiwa yang lalai
Bangunlah jiwaku
Setiap jiwa-jiwa yang terlelap tidur
Sambutlah panggilan tuhanmu
Percepatlah langkah kakimu
Seruan yang terdengar setiap subuh
Seruan yang membangunkan dari mimpi-mimpi semu
Sekarang saatnya dunia nyata
Mintalah restu dari yang kuasa
Kadang panggilan subuh
Seperti alunan musik bagi yang lalai
Yang melelapkan dari kepenatan
Saatnya menarik selimut dari kedinginan
Ingatlah wahai saudara
Subuh akan menjadi awal yang indah
Bagi mereka hamba yang sadar
Bahwa subuh awal untuk semua asa
Bangunlah jiwa yang lalai
Bangunlah jiwaku
Kezholiman
Salahkah aku...
Saat hatiku pilu
Menahan suatu kezoliman
Menanggung suatu kebohongan
Dosakah aku...
Bila hati selalu menyumpah
Mengumpat dan mencela
Pantaskah aku
Jika hati di selimuti dendam
Sesak dan sakit hati
Saat diri telah dizolimi
By: Zaidan
Saat hatiku pilu
Menahan suatu kezoliman
Menanggung suatu kebohongan
Dosakah aku...
Bila hati selalu menyumpah
Mengumpat dan mencela
Pantaskah aku
Jika hati di selimuti dendam
Sesak dan sakit hati
Saat diri telah dizolimi
By: Zaidan
Sahabat
Sahabat tak mengenal jarak
Sahabat tak mengenal waktu
Sahabat slalu ada saat kita butuh
Sahabat kan s'lamanya di hati
Sahabat adalah kita
Sahabat tak mengenal waktu
Sahabat slalu ada saat kita butuh
Sahabat kan s'lamanya di hati
Sahabat adalah kita
Bathinku
Hatiku gembira saat mendengar kabar darimu
Dering sms yang slalu mengejutkan hatiku
Adakah engkau ingat padaku
Seperti aku yang slalu rindu padamu
Jarak telah membuatku semakin gelisah
Kasih sedang apa kau di sana
Yakinlah waktu akan menyatukan kita
Kan ku lepas rindu yang terpendam di dada
Biar hilang semua gelisah
Saat gelisah diganti bahagia
By: SlmN
Dering sms yang slalu mengejutkan hatiku
Adakah engkau ingat padaku
Seperti aku yang slalu rindu padamu
Jarak telah membuatku semakin gelisah
Kasih sedang apa kau di sana
Yakinlah waktu akan menyatukan kita
Kan ku lepas rindu yang terpendam di dada
Biar hilang semua gelisah
Saat gelisah diganti bahagia
By: SlmN
Bahasa Indonesia Asing di Negeri Sendiri
Sekitar 82 tahun yang lalu, para pemuda mewakili bangsa Indonesia besumpah dan berjanji akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional untuk pemersatu nusantara yang terdiri dari berbagai ragam budaya, bahasa, suku dan ras. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia mempunyai identitas sendiri yang perlu diperhitungkan di dunia luar.
Namun, bersama berjalannya waktu bahasa indonesia mulai mengalami pergeseran, masyarakat secara umum dan para remaja secara khusus, lebih suka menggunakan bahasa-bahasa atau istilah-istilah daerah dalam percakapan sehari-hari. Di Jakarta contohnya, kita akan mendapati bahasa-bahasa atau istilah-istilah gaul yang bertentangan dengan kaedah bahasa indonesia, dan kalaupun ada yang berusaha untuk berbahasa yang benar dia dianggap kuno, jadul atau ndeso.
Media, baik cetak maupun elektronik juga ikut - ikutan "mempromosikan" bahasa/istilah tersebut, baik dalam iklan, film, ataupun sinetron yang mereka tayangkan, bahkan sebagian acara berita yang pada awalnya menggunakan ejaan yang benar mulai terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya dan mulai menggunakan bahasa dan istilah yang berkembang di masyarakat.
Ironisnya lagi, sekolah yang natabene sebagai lembaga pendidikan resmi yang ada du negara ini, juga mulai menggunakan bahasa yang kurang tepat ketika menerangkan pelajaran kepada para siswa, termasuk guru bahasa Indonesia itu sendiri.
Mungkin sekarang ini kita hanya dapat mendengarkan bahasa-bahasa yang ejaannya benar dalam pidato-pidato resmi yang telah terkonsep rapi, ataupun kita hanya akan mendapatkannya dalam buku-buku sekolah dan buku-buku cetak lainnya.
Beginilah wajah bangsa kita saat ini, mereka lebih suka menggunakan bahasa dan istilah yang kurang tepat secara kaedah bahasa Indonesia ataupun lebih suka menggunakan istilah-istilah asing dalam percakapan sehari-hari.
Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi, jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu lagi bagaimana berbahasa indonesia yang benar, dan kita harus menjadikan bahasa indonesia sebagai tuan rumah di negeri yang kita cintai ini.
Namun, bersama berjalannya waktu bahasa indonesia mulai mengalami pergeseran, masyarakat secara umum dan para remaja secara khusus, lebih suka menggunakan bahasa-bahasa atau istilah-istilah daerah dalam percakapan sehari-hari. Di Jakarta contohnya, kita akan mendapati bahasa-bahasa atau istilah-istilah gaul yang bertentangan dengan kaedah bahasa indonesia, dan kalaupun ada yang berusaha untuk berbahasa yang benar dia dianggap kuno, jadul atau ndeso.
Media, baik cetak maupun elektronik juga ikut - ikutan "mempromosikan" bahasa/istilah tersebut, baik dalam iklan, film, ataupun sinetron yang mereka tayangkan, bahkan sebagian acara berita yang pada awalnya menggunakan ejaan yang benar mulai terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya dan mulai menggunakan bahasa dan istilah yang berkembang di masyarakat.
Ironisnya lagi, sekolah yang natabene sebagai lembaga pendidikan resmi yang ada du negara ini, juga mulai menggunakan bahasa yang kurang tepat ketika menerangkan pelajaran kepada para siswa, termasuk guru bahasa Indonesia itu sendiri.
Mungkin sekarang ini kita hanya dapat mendengarkan bahasa-bahasa yang ejaannya benar dalam pidato-pidato resmi yang telah terkonsep rapi, ataupun kita hanya akan mendapatkannya dalam buku-buku sekolah dan buku-buku cetak lainnya.
Beginilah wajah bangsa kita saat ini, mereka lebih suka menggunakan bahasa dan istilah yang kurang tepat secara kaedah bahasa Indonesia ataupun lebih suka menggunakan istilah-istilah asing dalam percakapan sehari-hari.
Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi, jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu lagi bagaimana berbahasa indonesia yang benar, dan kita harus menjadikan bahasa indonesia sebagai tuan rumah di negeri yang kita cintai ini.
Ciri Khas Puisi Indonesia
Dalam perkembangan puisi di indonesia terdapat beberapa periode, dalam setiap periode mempunyai tokoh dan ciri khas sendiri-sendiri.
1. periode 1920-1933 (Balai Pustaka)
Ciri-cirinya adalah:
- Mewarisi corak puisi lama.
- Mirip dengan syair dan pantun
2. Periode 1933-1945 (Pujangga Baru)
ciri-cirinya adalah:
- Mengikuti gaya puisi baru
- Kata-katanya indah
- Menggunakan bahasa perbandingan
- Gaya ekspresi aliran romantik
- Rima dijadikan sasaran kepuitisan
Adapaun tokoh-tokohnya:
- Amir hamzah
- J.E Takengkeng
- Sultan takdir alisahbana
- Asmara hadi
- Armijn pane
- Dan lain-lain
3. Periode 1945-1953 (Angkatan 45)
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bebas
- Aliran ekspresinis dan realis
- Pengalaman batin yang mendalam
- Gaya bahasa metafora dan simbolik.
- Gaya sajak primastis
- Pernyataan pikiran berkembang
- Ironi dan sinisme banyak dijumpai
Adapun tokoh-tokohnya:
- Khairil anwar
- Asrul sani
- Rivai apin
- Dan lain-lain
4. Periode 1953-1966
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi dengangaya bercerita
- Menampakkan gaya mantra
- Gaya repetisi banyak digunakan
- Gaya puisi rilis
- Gaya slogan dan retorik mulai dikenal
- Puisi romantik banyak diciptakan
Adapun tokoh-tokohnya;
- WS. Rendra
- Ramadhan karta hadimaja
- Kirdjomulyo
- Toto sudarto
- Dan lain-lain
5. Periode 1966-1970
Ciri-cirinya adalah:
- Masa ini didominasi oleh puisi aliran realisme sosial kanan
Adapun tokoh-tokohnya:
- Taufik ismail
- Sapardi joko darmono
- Mansur samin
- Slamet sukirnanto
- Dan lain-lain
6. Periode 1970-Sekarang
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bergaya mantra
- Banyak puisi konkrit
- Mengggunakan kata-kata daerah
- Memperhatikan asosiasi bunyi
- Banyak puisi imajinasi
- Gaya prosais
- Banyak puisi lugu (polos)
- Banyak menggunakan kata-kata tabu
Adapun tokoh-tokohnya:
- Emha ainun najib
- Sutarji
- Gunoto saparie
- Rusli marzuki sariq
- Dan lain-lain
1. periode 1920-1933 (Balai Pustaka)
Ciri-cirinya adalah:
- Mewarisi corak puisi lama.
- Mirip dengan syair dan pantun
2. Periode 1933-1945 (Pujangga Baru)
ciri-cirinya adalah:
- Mengikuti gaya puisi baru
- Kata-katanya indah
- Menggunakan bahasa perbandingan
- Gaya ekspresi aliran romantik
- Rima dijadikan sasaran kepuitisan
Adapaun tokoh-tokohnya:
- Amir hamzah
- J.E Takengkeng
- Sultan takdir alisahbana
- Asmara hadi
- Armijn pane
- Dan lain-lain
3. Periode 1945-1953 (Angkatan 45)
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bebas
- Aliran ekspresinis dan realis
- Pengalaman batin yang mendalam
- Gaya bahasa metafora dan simbolik.
- Gaya sajak primastis
- Pernyataan pikiran berkembang
- Ironi dan sinisme banyak dijumpai
Adapun tokoh-tokohnya:
- Khairil anwar
- Asrul sani
- Rivai apin
- Dan lain-lain
4. Periode 1953-1966
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi dengangaya bercerita
- Menampakkan gaya mantra
- Gaya repetisi banyak digunakan
- Gaya puisi rilis
- Gaya slogan dan retorik mulai dikenal
- Puisi romantik banyak diciptakan
Adapun tokoh-tokohnya;
- WS. Rendra
- Ramadhan karta hadimaja
- Kirdjomulyo
- Toto sudarto
- Dan lain-lain
5. Periode 1966-1970
Ciri-cirinya adalah:
- Masa ini didominasi oleh puisi aliran realisme sosial kanan
Adapun tokoh-tokohnya:
- Taufik ismail
- Sapardi joko darmono
- Mansur samin
- Slamet sukirnanto
- Dan lain-lain
6. Periode 1970-Sekarang
Ciri-cirinya adalah:
- Puisi bergaya mantra
- Banyak puisi konkrit
- Mengggunakan kata-kata daerah
- Memperhatikan asosiasi bunyi
- Banyak puisi imajinasi
- Gaya prosais
- Banyak puisi lugu (polos)
- Banyak menggunakan kata-kata tabu
Adapun tokoh-tokohnya:
- Emha ainun najib
- Sutarji
- Gunoto saparie
- Rusli marzuki sariq
- Dan lain-lain
Suara hati
Kuharap hujan kan turun
Menyirami tanaman yang kian layu
Hujan yang akan mengguyur
Tanah-tanah yang kian kering
Dalam sabar ku slalu berharap
Setetes air yang membawa asa
Membawa angin keidupan
Berhembus dalam damai
Tapi yang kudapatkan lain
Badai yang kencang
Dan topan yang menghempas
Bukannya menyuburkan tanamanku
Malah mematahkan bunga-bunga
Yang semakin layu dan tak berdaya
Hujan bukan badai..
Angin bukan topan..
Ku tak berharap sesuatu
Yang membuat tanamanku
Semakin layu dan hancur..
Menyirami tanaman yang kian layu
Hujan yang akan mengguyur
Tanah-tanah yang kian kering
Dalam sabar ku slalu berharap
Setetes air yang membawa asa
Membawa angin keidupan
Berhembus dalam damai
Tapi yang kudapatkan lain
Badai yang kencang
Dan topan yang menghempas
Bukannya menyuburkan tanamanku
Malah mematahkan bunga-bunga
Yang semakin layu dan tak berdaya
Hujan bukan badai..
Angin bukan topan..
Ku tak berharap sesuatu
Yang membuat tanamanku
Semakin layu dan hancur..
Ketulusan cinta
Cinta..
Dengan keindahannya kita akan bahagia walaupun tak terlihat oleh mata.
Cinta tulus dapat memberikan kenikmatan bagi sang pemiliknya karna dengannya lah dunia terasa indah..
By: Khailha
Dengan keindahannya kita akan bahagia walaupun tak terlihat oleh mata.
Cinta tulus dapat memberikan kenikmatan bagi sang pemiliknya karna dengannya lah dunia terasa indah..
By: Khailha
Do'a
Tuhanku..
Sendiri ku menunggu
Menunggu takdir baik darimu
Menunggu suatu kesempatan
Dengan sabar semoga berbuah kebahagiaan
Izinkan dengan segala usaha
Mencari ilmumu hingga jauh di sana
Jarak dan waktu
Semuanya ku korbankan untukmu
Akhirilah keinginanku ini
Meraih semua yang ku impi
Mendalami agamamu
Mencari ridhomu
Tuhanku...
Harapanku
Semoga aku tulus
Dan senantiasa di jalanmu yang lurus...
Sendiri ku menunggu
Menunggu takdir baik darimu
Menunggu suatu kesempatan
Dengan sabar semoga berbuah kebahagiaan
Izinkan dengan segala usaha
Mencari ilmumu hingga jauh di sana
Jarak dan waktu
Semuanya ku korbankan untukmu
Akhirilah keinginanku ini
Meraih semua yang ku impi
Mendalami agamamu
Mencari ridhomu
Tuhanku...
Harapanku
Semoga aku tulus
Dan senantiasa di jalanmu yang lurus...
Menggapai bahagia
Tlah lama kita berjalan
Melewati setiap persimpangan
Berbagai rasa telah dilalui
Gembira, sedih yang silih berganti
Sekarang marilah kita pulang
Meninggalkan hati yang bimbang
Menuju penginapan hati
Yang bahagia setiap hari
Mari menggapai kebahagiaan kita
Menaburi benih-benih cinta
Yang siap dipetik disuatu hari nanti
Disaat mekar harum bersemi
Apa yang kita tabur hari ini
Akan dipetik suatu saat nanti
Saat hati telah besatu
Meninggalkan hari-hari kelabu…
Melewati setiap persimpangan
Berbagai rasa telah dilalui
Gembira, sedih yang silih berganti
Sekarang marilah kita pulang
Meninggalkan hati yang bimbang
Menuju penginapan hati
Yang bahagia setiap hari
Mari menggapai kebahagiaan kita
Menaburi benih-benih cinta
Yang siap dipetik disuatu hari nanti
Disaat mekar harum bersemi
Apa yang kita tabur hari ini
Akan dipetik suatu saat nanti
Saat hati telah besatu
Meninggalkan hari-hari kelabu…
Selamat datang
Diposting oleh
Admin
on Kamis, 07 Januari 2010
/
Comments: (0)
Salam sastra...
Teman-temanku pencinta sastra, selamat datang diblog sastra ini, saya ajak teman-teman semua untuk mengekspresikan jiwa seni, khususnya dalam bidang sastra, silahkan kirimkan karya teman-teman baik itu puisi, sajak, cerpen ataupun artikel-artikel tentang sastra yang dapat memberikan ilmu baru bagi yang lainnya..
Teman-temanku pencinta sastra, selamat datang diblog sastra ini, saya ajak teman-teman semua untuk mengekspresikan jiwa seni, khususnya dalam bidang sastra, silahkan kirimkan karya teman-teman baik itu puisi, sajak, cerpen ataupun artikel-artikel tentang sastra yang dapat memberikan ilmu baru bagi yang lainnya..
