Kuharap hujan kan turun
Menyirami tanaman yang kian layu
Hujan yang akan mengguyur
Hanah-tanah yang kian kering
Dalam sabar ku slalu berharap
Setetes air yang membawa asa
Membawa angin keidupan
Berhembus dalam damai
Tapi yang kudapatkan lain
Badai yang kencang
Dan topan yang menghempas
Bukannya menyuburkan tanamanku
Malah mematahkan bunga-bunga
Yang semakin layu dan tak berdaya
Hujan bukan badai..
Angin bukan topan..
Ku tak berharap sesuatu
Yang membuat tanamanku
Semakin layu dan hancur..
Emosi
Suatu hari nanti
Aku pasti ‘kan pergi
Meninggalkan ketidak
adilan ini
Tuk mencari kedamaian hati
Tak usah kau cari lagi
Aku takkan pernah kembali
Salam itu, salam terakhir
kali
Salam yang penuh emosi
Rumput bergoyang
Lihatlah rumput itu
bergoyang
Setiap angin bertiup
kencang
Semakin cepat pula ia
bergoyang
Tumbuh subur di tengah
padang
Wahai rumput ...
Bisakah kau diam untuk
sejenak
Tak usah bimbang ucapan
orang banyak
Tak usah takut terjangan
badai
Niscaya engkau semakin
dihargai
Lihatlah kamu kini
Sedap dipandang, tapi tak
mampu berdiri
Engkau selalu bergoyang
kekanan dan ke kiri
Engkau ikuti orang-orang
yang penuh ambisi
Sadarlah ...
Di sini kau tak sendiri
Lihatlah pohon-pohon
tinggi
Yang selalu menawarkan
diri
Tempat yang nyaman ‘tuk
bersandar diri
Mari dengarkan kami
Kata-tata tulus dari hati
Pegang tangan ini
Engkau akan kuat bersama
kami
Jangan dengarkan mereka
Hiduplah dengan merdeka
