Untukmu yang telah kuganggu tidurnya
Saat pipi berlinang air mata
Jiwa rendah dan tak berharga
Serasa tak pantas mendapatkan pujian darinya
Maaf, ku ulurkan tangan
Dari rasa bersalah dan tak berperasaan
Gelisahmu hantu bagiku
Senyummu kan ku kejar sebagai tanda ridhomu padaku
Tak selamanya yang di atas itu benar
Mungkin kau hanya diam tak dapat berujar
Diammu itulah kebenaran
Dan aku orang yang tenggelam dalam kekhilafan
Sekali lagi maaf yang tulus dariku
Dan tersenyumlah bersama waktu...
